Kepatuhan Mutlak: Merenungi QS Al-Hijr Ayat 94-96

فَاصْدَعْ Dakwah & Ketaatan

Ilustrasi pesan yang tegas dan perintah Ilahi.

Teks Arab dan Terjemahan

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah (wahai Muhammad) apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. (QS. Al-Hijr: 94)
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
Sesungguhnya Kami mencukupimu (dari siksaan) orang-orang yang memperolok-olokkan. (QS. Al-Hijr: 95)
الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
(Yaitu) orang-orang yang membuat tandingan bagi Allah. Maka kelak mereka akan mengetahui. (QS. Al-Hijr: 96)

Konteks dan Makna Perintah

Tiga ayat penutup dari Surah Al-Hijr ini merupakan penutup yang sangat kuat dan mengandung pesan fundamental bagi setiap pendakwah dan Muslim pada umumnya. Setelah melalui narasi tentang kaum-kaum terdahulu yang diazab karena menentang ayat-ayat Allah, Allah SWT memberikan perintah langsung kepada Rasulullah ﷺ, yang juga berlaku sebagai pijakan bagi umatnya dalam berdakwah.

1. Ketegasan dalam Menyampaikan Kebenaran (Fasda')

Kata kunci dalam ayat 94 adalah "فَاصْدَعْ" (Fasda'), yang berasal dari kata kerja shad'a yang berarti membelah atau memecah. Dalam konteks dakwah, ini berarti menyampaikan kebenaran secara terang-terangan, tanpa rasa takut, seolah-olah membelah keheningan atau memecah kebekuan kebatilan. Ini adalah perintah untuk dakwah yang tegas, berani, dan tidak menyembunyikan risalah yang dibawa, meskipun menghadapi penolakan keras.

Perintah ini diikuti dengan penguatan: "وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ" (dan berpalinglah dari orang-orang musyrik). Ini bukan berarti meninggalkan mereka secara fisik, melainkan berpaling dari gangguan dan ejekan mereka. Fokus dakwah harus tetap pada penyampaian pesan, bukan terperosok dalam perdebatan sia-sia atau mencari kerelaan mereka yang pasti menolak.

Pesan Inti: Tugas seorang Muslim adalah menyampaikan risalah Allah dengan jelas dan berani (Fasda'), kemudian menyerahkan hasil akhir kepada Allah, terlepas dari reaksi negatif orang lain.

Jaminan Perlindungan Ilahi (Ayat 95)

Setelah diperintahkan untuk tampil berani menghadapi tantangan, Allah memberikan jaminan berupa perlindungan, sebagaimana firman-Nya: "إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ" (Sesungguhnya Kami mencukupimu dari siksaan orang-orang yang memperolok-olokkan).

Para Mufassir menjelaskan bahwa orang-orang yang paling sering mengejek Rasulullah ﷺ—seperti Abu Jahal dan pemimpin Quraisy lainnya—akhirnya mendapatkan balasan setimpal di medan perang Badar atau melalui azab lain yang ditimpakan Allah kepada mereka. Ayat ini meyakinkan bahwa Allah yang menunjuk tugas pasti akan menyediakan kecukupan, terutama dalam menghadapi para pengolok-olok kebenaran. Mereka yang sibuk meremehkan dakwah akan berhadapan langsung dengan Kuasa Allah.

Konsekuensi Syirik (Ayat 96)

Ayat 96 memberikan alasan mengapa orang-orang tersebut pantas mendapatkan balasan, yaitu karena tindakan kekufuran terbesar mereka: "الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ" (Yaitu orang-orang yang membuat tandingan bagi Allah).

Penegasan tentang bahaya syirik ini menjadi penutup yang mengancam. Mereka yang menyekutukan Allah, padahal telah jelas peringatan datang melalui Rasul-Nya, akan menghadapi konsekuensi akhir yang pasti: "فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ" (Maka kelak mereka akan mengetahui). Pengetahuan ini adalah pengetahuan di hari perhitungan, ketika penyesalan tidak lagi berguna.

Bagi umat Islam, ayat-ayat ini menegaskan pentingnya memurnikan tauhid dan tidak pernah gentar dalam menyuarakan kebenaran. Perlindungan Allah bagi mereka yang teguh dalam menyampaikan risalah adalah janji yang pasti terwujud.

🏠 Homepage