Memahami QS Al-Maidah Ayat 110: Mukjizat dan Tanggung Jawab

Al-Qur'an adalah sumber petunjuk utama bagi umat Islam, dan di dalamnya terdapat kisah-kisah kenabian yang penuh hikmah. Salah satu ayat penting yang menceritakan kisah monumental Nabi Isa bin Maryam AS adalah Surah Al-Maidah ayat 110. Ayat ini tidak hanya menegaskan status kenabian Isa AS, tetapi juga menyoroti mukjizat-mukjizat besar yang Allah anugerahkan kepadanya, serta tanggung jawab yang diemban setelah mukjizat tersebut terjadi.

Simbol mukjizat dan wahyu ilahi

Teks dan Terjemahan QS Al-Maidah Ayat 110

Ayat ini berbunyi:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

" (Ingatlah) ketika Allah berfirman: 'Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku atas engkau dan ibumu ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruhul Qudus (Jibril), yang engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa; dan ingatlah ketika Aku mengajarimu Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil; dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah sesuatu yang berbentuk burung dengan seizin-Ku, lalu engkau meniupnya, maka ia menjadi burung dengan seizin-Ku; dan engkau menyembuhkan orang yang buta (sejak lahir) dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan ingatlah ketika engkau mengusir Bani Israil dari (keinginan membunuh) mu ketika engkau telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, lalu berkatalah orang-orang yang kafir di antara mereka: 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'." (QS. Al-Maidah: 110)

Mukjizat-Mukjizat Agung Nabi Isa AS

Ayat ini secara eksplisit menyebutkan beberapa nikmat dan mukjizat luar biasa yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Isa AS. Pertama, penguatan dengan Ruhul Qudus, yang dikenal sebagai Malaikat Jibril, yang memungkinkannya berbicara kepada manusia baik saat masih bayi maupun ketika dewasa. Ini adalah tanda pertama keistimewaan beliau.

Kedua, penguasaan ilmu yang luar biasa. Isa AS diajarkan Kitab (wahyu), Hikmah (pemahaman mendalam), Taurat (kitab sebelum Injil), dan Injil (kitab yang diturunkan kepadanya). Penguasaan ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang rasul yang memiliki bekal pengetahuan yang lengkap.

Ketiga, mukjizat penciptaan yang hanya bisa dilakukan dengan izin Allah. Beliau dapat membentuk burung dari tanah liat, lalu meniupnya sehingga menjadi makhluk hidup. Selain itu, beliau mampu menyembuhkan penyakit kulit yang parah (sopak) dan kebutaan sejak lahir. Mukjizat ini menegaskan bahwa sumber kekuatan beliau adalah Allah semata.

Keempat, membangkitkan orang mati dengan seizin Allah. Ini adalah salah satu mukjizat terbesar yang menunjukkan kekuasaan Allah yang diizinkan untuk diwujudkan melalui tangan Nabi-Nya.

Konflik dan Respons Kaum Kafir

Setelah menunjukkan bukti-bukti kerasulan yang nyata, respon sebagian Bani Israil justru adalah penolakan dan tuduhan. Mereka yang kafir menganggap semua mukjizat tersebut hanyalah sihir yang nyata. Ayat ini mengabadikan bagaimana para penolak kebenaran sering kali menggunakan tuduhan palsu (sihir) untuk menutupi kebenaran yang jelas terlihat di depan mata mereka.

Ayat ini juga mengingatkan tentang upaya Bani Israil untuk membunuh Nabi Isa AS. Allah menyelamatkan beliau dari niat jahat mereka, yang menjadi bagian dari pertolongan ilahi yang disebutkan dalam ayat tersebut.

Pelajaran Penting dari QS Al-Maidah Ayat 110

Kisah dalam Al-Maidah ayat 110 memberikan beberapa pelajaran penting. Pertama, pengakuan atas nikmat Allah adalah bentuk syukur sejati. Allah memerintahkan Nabi Isa untuk mengingat nikmat tersebut, menunjukkan pentingnya kesadaran akan pertolongan dan anugerah Ilahi.

Kedua, mukjizat kenabian bukanlah hasil kekuatan pribadi, melainkan murni dengan izin Allah ("bi idzni"). Hal ini membedakan antara seorang nabi yang diutus dengan kekuatan mukjizat, dan penyihir yang mengklaim memiliki kekuatan supernatural.

Ketiga, penolakan terhadap kebenaran meskipun disertai bukti nyata adalah watak sebagian manusia yang kufur. Mereka lebih memilih mengikuti hawa nafsu dan menganggap sihir sebagai penjelasan atas fenomena luar biasa, daripada mengakui keesaan dan kekuasaan Allah.

Ayat ini menjadi pengingat abadi tentang kedudukan mulia Nabi Isa AS sebagai hamba dan rasul Allah, serta kompleksitas hubungan manusia dengan kebenaran ilahi.

🏠 Homepage