Ilustrasi Getaran Bumi/Kiamat
Dua ayat pertama dari Surah Al-Zalzalah (yang berarti 'Kegempaan' atau 'Guncangan') langsung menyajikan gambaran yang sangat kuat dan mengerikan mengenai peristiwa besar yang akan terjadi di akhir zaman, yaitu Hari Kiamat.
Ayat 1: "إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا" (Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat)
Kata "Zalzalah" mengandung makna getaran yang sangat hebat, bukan sekadar gempa bumi biasa yang sering kita rasakan. Para mufassir menjelaskan bahwa ini adalah guncangan tunggal, yang pertama dan terakhir, yang meruntuhkan segala yang ada di permukaan bumi. Ini adalah guncangan yang akan mengakhiri tatanan dunia sebagaimana kita kenal.
Pengulangan kata kerja dalam bentuk Zalzalaha (guncangannya) menekankan intensitasnya. Bumi akan mengalami guncangan yang merupakan "guncangan khasnya," yaitu guncangan yang paling ekstrem dan mematikan, mengakhiri masa fungsi bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup.
Ayat 2: "وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا" (Dan bumi mengeluarkan isi perutnya)
Ayat kedua ini memberikan detail visual dari kegempaan tersebut. Ketika bumi bergetar hebat, ia akan memuntahkan segala sesuatu yang terpendam di dalamnya—segala beban berat yang tersembunyi.
Apa maksud "isi perutnya" (أَثْقَالَهَا)?
Pengeluaran "isi perut" ini adalah sebuah pertanda bahwa bumi telah selesai dengan tugasnya sebagai tempat penyimpanan dan penampung, dan kini ia akan menjadi saksi atas segala perbuatan manusia saat pertanggungjawaban dimulai.
Mengapa Al-Qur'an memulai surat ini dengan gambaran dahsyat tersebut? Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pendengar dan pembaca secara instan. Dalam kesibukan duniawi, manusia cenderung lupa bahwa keberadaan ini bersifat sementara. Getaran bumi yang dahsyat berfungsi sebagai 'alarm' kosmik yang mengingatkan bahwa masa penantian akan berakhir.
Setiap gempa bumi kecil yang kita rasakan di dunia ini hanyalah setitik kecil, atau bahkan bayangan samar, dari guncangan yang dijanjikan dalam ayat pertama. Ini adalah peringatan yang universal, karena guncangan bumi dirasakan oleh semua makhluk di atasnya tanpa memandang ras, agama, atau status sosial.
Ayat-ayat ini mempersiapkan pembaca untuk ayat-ayat berikutnya, yang akan menjelaskan mengapa guncangan ini terjadi—yaitu untuk menampakkan kebenaran tentang pertanggungjawaban amal perbuatan manusia. Bumi yang selama ini diam menjadi aktif dan memuntahkan rahasia-rahasianya, menunjukkan bahwa tidak ada satu pun perbuatan, baik yang besar maupun yang tersembunyi, yang luput dari perhitungan Allah SWT.
Pemahaman terhadap Al-Zalzalah 1-2 mendorong seorang mukmin untuk selalu waspada dan memperbaiki amalnya, sebab hari ketika bumi bersaksi atas segala perbuatan kita sudah pasti akan tiba.