Kesehatan reproduksi pria sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas produksi sperma. Salah satu kondisi yang sering menjadi perhatian adalah ketika volume air mani atau jumlah sperma yang dikeluarkan tergolong sedikit. Kondisi medis ini dikenal sebagai sebab sperma sedikit atau dalam istilah medis disebut oligospermia, jika jumlah sel sperma per mililiter air mani berada di bawah rata-rata normal (kurang dari 15 juta per ml).
Volume air mani yang sedikit tidak selalu berarti nol sperma, namun tentu saja dapat menurunkan peluang keberhasilan pembuahan alami. Memahami sebab sperma sedikit adalah langkah pertama untuk mencari solusi atau penanganan yang tepat. Penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari faktor gaya hidup hingga kondisi medis yang lebih serius.
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Gaya hidup sehari-hari memiliki dampak signifikan terhadap produksi sperma. Beberapa kebiasaan buruk dapat secara langsung memengaruhi fungsi testis dan kualitas cairan mani:
- Paparan Panas Berlebihan: Testis perlu suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh inti untuk memproduksi sperma optimal. Kebiasaan seperti sering berendam air panas, menggunakan laptop di pangkuan dalam waktu lama, atau mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat dapat meningkatkan suhu skrotum dan menghambat spermatogenesis.
- Stres dan Berat Badan: Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon yang diperlukan untuk produksi sperma. Sementara itu, obesitas (kelebihan berat badan) meningkatkan produksi estrogen, yang dapat menekan produksi testosteron, hormon utama pembentuk sperma.
- Merokok dan Konsumsi Alkohol: Zat kimia dalam rokok dan konsumsi alkohol berlebihan diketahui menurunkan jumlah, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma.
- Penggunaan Zat Kimia dan Obat-obatan: Paparan pestisida, logam berat, atau penggunaan steroid anabolik (sering digunakan untuk membentuk otot) adalah sebab sperma sedikit yang umum terjadi pada pria tertentu.
Gangguan Hormonal
Hormon memainkan peran krusial dalam siklus produksi sperma. Ketidakseimbangan hormon dapat menjadi sebab sperma sedikit yang mendasarinya. Produksi sperma dikendalikan oleh sumbu hipotalamus-hipofisis-testis. Jika salah satu bagian dari sistem ini mengalami disfungsi, produksi testosteron dan sperma akan terganggu. Contohnya termasuk kadar testosteron rendah (hipogonadisme) atau masalah pada kelenjar pituitari.
Ilustrasi penyederhanaan faktor produksi sperma.
Masalah Fisik dan Struktural
Penyebab struktural adalah salah satu sebab sperma sedikit yang cukup jelas. Ini melibatkan hambatan fisik dalam saluran reproduksi yang mencegah sperma bercampur dengan cairan seminal atau mencegah ejakulasi penuh:
- Varikokel: Pembengkakan vena di dalam skrotum. Varikokel adalah penyebab paling umum dari infertilitas pria dan sering dikaitkan dengan peningkatan suhu lokal yang merusak produksi sperma.
- Obstruksi Saluran: Penyumbatan pada vas deferens (saluran yang membawa sperma dari epididimis) atau epididimis dapat mencegah sperma keluar saat ejakulasi, sehingga volume air mani tampak berkurang atau hanya berisi cairan bening (tanpa sperma).
- Ejakulasi Retrograde: Kondisi di mana air mani, alih-alih keluar melalui penis, justru mengalir mundur ke dalam kandung kemih selama orgasme. Hal ini menyebabkan volume ejakulasi sangat sedikit atau terasa kosong. Kondisi ini sering dipicu oleh diabetes, cedera tulang belakang, atau operasi prostat.
Infeksi dan Kondisi Medis Lain
Beberapa kondisi medis dan infeksi juga dapat memengaruhi volume dan kualitas sperma:
- Infeksi: Infeksi pada epididimis (epididimitis) atau testis (orkitis), seringkali disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia, dapat menyebabkan peradangan dan menghalangi produksi atau aliran sperma.
- Penyakit Kronis: Penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf yang mengakibatkan ejakulasi retrograde.
- Efek Samping Pengobatan: Beberapa obat kemoterapi, terapi hormon untuk kanker prostat, atau obat tekanan darah tertentu dapat mengurangi produksi sperma secara signifikan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Jika Anda dan pasangan mengalami kesulitan hamil dan Anda mencurigai adanya sebab sperma sedikit, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi. Dokter akan melakukan analisis sperma (semen analizi) untuk mengukur volume, konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma. Mengenali penyebabnya sangat penting, karena beberapa kondisi seperti varikokel atau masalah hormonal seringkali dapat diobati, sehingga meningkatkan peluang kesuburan.