Urutan Setelah Surat Al Zalzalah dalam Al-Qur'an

الزلزلة (Al Zalzalah) العاديات (Al 'Adiyat) Urutan Surah dalam Mushaf

Visualisasi urutan surah dalam Al-Qur'an.

Memahami Urutan dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an terdiri dari 114 surat yang disusun dalam urutan tertentu berdasarkan tata tertib yang diyakini ditetapkan oleh wahyu Ilahi dan dikonfirmasi oleh praktik Rasulullah SAW serta sahabat-sahabat seniornya. Pertanyaan mengenai setelah surat Al Zalzalah adalah surat apa sering muncul bagi mereka yang sedang mempelajari atau menghafal kitab suci ini.

Surat Al-Zalzalah, yang memiliki nama lengkap "Idza Zulzilatil Ardhu," adalah surat ke-99 dalam urutan mushaf standar Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 8 ayat dan membahas goncangan dahsyat pada hari kiamat, serta pertanggungjawaban setiap amal, sekecil apapun.

Setelah selesai dengan pembahasan mengenai akhir zaman dan perhitungan amal dalam Surat Al-Zalzalah, Al-Qur'an melanjutkan dengan surah berikutnya sesuai urutan yang telah ditetapkan. Surat yang menjadi penerusnya adalah Surat Al-'Adiyat.

Surat Al-'Adiyat: Tema dan Penempatan

Surat Al-'Adiyat adalah surat ke-100 dalam susunan mushaf Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 11 ayat dan memiliki fokus tema yang berbeda namun tetap relevan dengan tema keimanan dan peringatan Ilahi. Secara harfiah, Al-'Adiyat berarti "Kuda yang berlari kencang" atau "Penyerbu."

Surat ini dibuka dengan sumpah Allah SWT demi kuda-kuda perang yang berlari terengah-engah, mengisyaratkan kegigihan dalam perjuangan. Selanjutnya, surat ini mengkritik sifat kikir dan cinta duniawi manusia yang berlebihan, serta mengingatkan bahwa pada hari Kiamat, segala yang tersembunyi di dada akan disingkapkan. Penegasan ini berfungsi sebagai pengingat agar umat manusia tidak terlena oleh kesenangan duniawi sesaat.

Urutan ini menempatkan dua surat pendek yang mengandung peringatan penting secara berurutan. Setelah membahas kegemparan bumi (Al-Zalzalah), Al-Qur'an beralih pada sumpah yang menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan kesiapan menghadapi pengadilan (Al-'Adiyat).

Mengapa Urutan Ini Penting?

Meskipun surah-surah dalam Al-Qur'an diturunkan secara bertahap sesuai kronologi kejadian, urutan yang kita baca hari ini (urutan tartibi) adalah hasil ketetapan Ilahi yang diajarkan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Memahami urutan ini penting karena beberapa alasan:

  1. Menjaga Keutuhan Wahyu: Urutan ini memastikan bahwa Al-Qur'an dibaca dan dihafal sebagaimana yang diajarkan, menjaga integritas teks suci.
  2. Konteks Tematik: Walaupun tidak semua surah berdekatan memiliki korelasi tematik langsung, terkadang ada transisi makna yang halus antar surat. Transisi dari pembahasan kiamat (Al-Zalzalah) ke peringatan tentang kesibukan duniawi (Al-'Adiyat) memberikan perspektif menyeluruh tentang kehidupan dan akhirat.
  3. Ibadah dan Tanda Hafalan: Dalam shalat dan proses menghafal, mengikuti urutan standar sangatlah krusial.

Surat-Surat Setelah Al-'Adiyat

Sebagai informasi tambahan, setelah Surat Al-'Adiyat (ke-100), urutan dilanjutkan dengan surat-surat pendek lainnya yang juga menekankan tauhid dan Hari Pembalasan. Surat berikutnya, yaitu surat ke-101, adalah Surat Al-Qari'ah (Hari yang Mengguncang). Surat Al-Qari'ah semakin memperkuat gambaran kehancuran dan perhitungan amal, yang mana ini mengalir secara logis setelah pembahasan hari kiamat di Al-Zalzalah.

Dengan demikian, bagi siapa pun yang sedang menelusuri Al-Qur'an secara berurutan, setelah menyelesaikan Surat Al-Zalzalah (99), mereka akan segera memasuki Surat Al-'Adiyat (100), sebelum melanjutkan ke Surat Al-Qari'ah (101) dan seterusnya hingga penutup Al-Qur'an, Surat An-Nas (114). Memahami urutan ini adalah bagian integral dari apresiasi kita terhadap struktur sempurna Al-Qur'an.

🏠 Homepage