Kesehatan reproduksi pria memainkan peran yang sangat vital dalam menentukan keberhasilan pembuahan. Salah satu indikator utama kesuburan pria adalah kualitas sperma. Sperma yang 'bagus' tidak hanya berarti jumlahnya banyak, tetapi juga memiliki karakteristik fisik dan fungsional yang optimal untuk mencapai dan membuahi sel telur. Memahami apa saja yang mendefinisikan sperma berkualitas tinggi adalah langkah awal bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Analisis sperma (spermiogram) adalah tes laboratorium yang digunakan untuk mengevaluasi parameter-parameter kunci ini. Hasil analisis ini akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi kesuburan seorang pria. Fokus utama dalam evaluasi ini meliputi konsentrasi (jumlah), motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk).
Definisi sperma yang dianggap 'bagus' mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut adalah tiga pilar utama evaluasi:
Ini mengacu pada jumlah total sperma yang ditemukan dalam satu mililiter (ml) air mani. Menurut WHO, jumlah sperma yang dianggap normal dan baik biasanya minimal 15 juta sperma per ml, atau setidaknya 39 juta total sperma per ejakulat. Konsentrasi yang rendah (oligospermia) dapat mengurangi peluang pembuahan.
Sperma harus mampu berenang secara efektif menuju sel telur. Motilitas dinilai berdasarkan persentase sperma yang bergerak maju dengan baik (progresif). Untuk sperma yang bagus, setidaknya 32% dari total sperma harus memiliki pergerakan progresif, atau 40% memiliki pergerakan total (progresif dan non-progresif).
Morfologi menilai bentuk kepala, bagian tengah, dan ekor sperma. Sperma yang sehat memiliki kepala berbentuk oval yang berisi materi genetik yang padat dan ekor yang panjang serta kuat untuk mendorong pergerakan. WHO menetapkan bahwa minimal 4% sperma harus memiliki bentuk yang normal agar dianggap memiliki morfologi yang baik (strict criteria).
Kualitas sperma dapat berfluktuasi berdasarkan gaya hidup dan kondisi kesehatan. Untungnya, banyak faktor yang dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup:
Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil selama satu tahun tanpa hasil (atau enam bulan jika usia pasangan wanita di atas 35 tahun), disarankan untuk melakukan evaluasi kesuburan, dimulai dengan analisis sperma pada pihak pria. Hasil yang menunjukkan penurunan signifikan pada konsentrasi, motilitas, atau morfologi memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh ahli andrologi atau urolog.
Membangun sperma yang bagus adalah proses yang memakan waktu, biasanya sekitar 72 hingga 90 hari. Oleh karena itu, setiap perubahan positif dalam gaya hidup yang Anda lakukan hari ini akan mulai terlihat hasilnya dalam siklus produksi sperma beberapa bulan ke depan. Fokus pada gaya hidup sehat adalah investasi terbaik untuk kesuburan Anda.