Ilustrasi simbolisme dan perjuangan dalam Surah Al-Anfal.

Surah Al-Anfal Beserta Arti Lengkap

Surah Al-Anfal adalah surah kedelapan dalam Al-Qur'an, terdiri dari 75 ayat. Surah ini termasuk dalam golongan Madaniyyah, yang berarti ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Nama "Al-Anfal" sendiri berarti "harta rampasan perang", yang merujuk pada topik utama yang dibahas dalam ayat-ayat awal surah ini, yaitu pengaturan dan pembagian harta rampasan perang dalam peperangan Badar.

Namun, Surah Al-Anfal tidak hanya membahas tentang harta rampasan perang. Surah ini juga menjadi panduan komprehensif bagi kaum Muslimin dalam berbagai aspek kehidupan, terutama terkait perjuangan menegakkan kebenaran dan menghadapi musuh-musuh Islam. Di dalamnya terkandung pelajaran penting mengenai akidah, akhlak, muamalah (hubungan antarmanusia), hingga strategi peperangan. Pemahaman yang mendalam terhadap surah ini akan memberikan gambaran utuh tentang prinsip-prinsip perjuangan Islam yang berlandaskan keadilan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pentingnya menjaga persatuan umat.

Ayat-Ayat Surah Al-Anfal dan Artinya

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُوا۟ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kamu, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang beriman.
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan kepada Tuhan mereka jualah mereka bertawakal.
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ
Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka.
أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Itulah orang-orang yang beriman sebenarnya. Mereka akan mendapat darjat yang tinggi di sisi Tuhan mereka dan keampunan serta rezki yang mulia.
كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَـٰرِهُونَ
Sebagaimana Tuhanmu mengeluarkan kamu dari rumahmu dengan membawa kebenaran, sedang sesungguhnya sebahagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.
يُجَـٰدِلُونَكَ فِى ٱلْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ
Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa yang benar itu jelas), seolah-olah mereka diiringi ke tempat kematian, sedang mereka melihatnya.
وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ وَعْدَ ٱحْدَى ٱلطَّـآفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَـٰفِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yaitu musuh atau kafilah dagang) itu pasti menjadi milikmu, dan kamu menginginkan bahwa yang tidak memiliki kekuatan senjatalah yang menjadi milikmu, padahal Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan firman-firman-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.
لِيُحِقَّ ٱلْحَقَّ وَيُبْطِلَ ٱلْبَـٰطِلَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ
Agar Allah menetapkan (kebenaran) yang telah ditetapkan dan menolak kebatilan, walaupun orang-orang berdosa itu tidak menyukainya.
إِذْ تُصَرِّفُونَهُۥ وَلَيْلًا وَتَنصُرُونَهُۥ وَأَنتُمْ لَا تَسْمَعُونَ
Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan pertolongan kepada kamu dengan seribu malaikat yang berturut-turut."
إِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَـٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan ingatlah ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang penyakit dalam hatinya berkata: "Orang-orang ini (kaum Muslimin) tertipu oleh agama mereka." Padahal siapa yang tawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ
Dan kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah azab neraka yang membakar."
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
Itulah (balasan) karena perbuatan yang telah kamu lakukan dahulu, dan karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan berbuat zalim kepada hamba-hamba-Nya.
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا۟ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۖ وَأَغْرَقْنَآ آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ
Keadaan mereka (orang-orang kafir) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka; dan Kami menenggelamkan Firaun dan pengikut-pengikutnya; dan semuanya adalah orang-orang yang zalim.
إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya makhluk yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka tidak beriman.
ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِى كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ
Yaitu orang-orang yang telah kamu adakan perjanjian dengan mereka, kemudian mereka setiap kali melanggar perjanjiannya, dan mereka tidak takut (akibatnya).
فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى ٱلْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Maka jika kamu menemui mereka dalam peperangan, jadikanlah mereka contoh (kekalahan) bagi orang-orang yang berada di belakang mereka, agar mereka (pengikut-pengikutnya) mengambil pelajaran.
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَٱبْذِخْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْخَآئِنِينَ
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian kepada mereka dengan cara yang sama. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَبَقُوٓا۟ ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ
Dan janganlah orang-orang yang kafir menyangka bahwa mereka akan dapat lolos (dari azab Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari antipati kuda yang kuat (yang ditambat) yang dengan (kekuatan) itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.
وَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan jika mereka cenderung kepada perdamaian, maka hendaklah kamu cenderung kepada perdamaian (pula) dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَإِن يُرِيدُوٓا۟ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah bagimu Allah. Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan (para) mukmin.
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan (Allah) yang mempersatukan hati orang-orang itu (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allahlah yang mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi (penolong) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ ۚ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَـٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ مِّا۟ئَةٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ
Hai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh; dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
ٱلْـَٔـٰنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ صَـٰبِرَةٌ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Sekarang Allah meringankan (siksaan) darimu, karena Dia mengetahui bahwa ada di antaramu orang-orang yang lemah. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika ada seribu orang (yang sabar) di antaramu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنْيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلْـَٔاخِرَةَ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia mengalahkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu), dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
لَوْلَا كِتَـٰبٌ مِّنَ ٱللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَآ أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Kalaulah tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.
فَكُلُوا۟ مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَـٰلًا طَيِّبًا ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Maka makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah kamu rampas untuk menjadi ghanimah, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّمَن فِىٓ أَيْدِيكُم مِّنَ ٱلْأَسْرَىٰٓ إِن يَعْلَمِ ٱللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan yang ada di tanganmu: "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu lebih baik daripada apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampunimu." Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَإِن يُرِيدُوا۟ خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا۟ ٱللَّهَ مِن قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Tetapi jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya mereka sebelum ini sudah menipu Allah; tetapi Allah memberimu kesempatan (untuk menghukum) mereka. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ آوَوا۟ وَنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَـٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَـٰقٌ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada muhajirin); mereka itu adalah pelindung-pelindung sebagian terhadap sebagian yang lain. Dan orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, tiadalah menjadi tanggung-jawabmu sedikit pun perlindungan mereka, sampai mereka berhijrah. Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah kamu adakan perjanjian (saling tidak menyerang) dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka adalah pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai orang-orang mukmin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan yang besar di muka bumi dan kerusakan yang besar.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ آوَوا۟ وَنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang mukmin, yaitu orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَهَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ مَعَكُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مِنكُمْ ۚ وَأُولُو ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَـٰبِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu, maka orang-orang itu termasuk golonganmu (sendiri). Dan orang-orang yang mempunyai kerabat itu sebagiannya lebih berhak (memwarisi) sebagian yang lain pada hukum Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kandungan Penting Surah Al-Anfal

Surah Al-Anfal mengajarkan umat Islam tentang pentingnya ketaatan mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala urusan, termasuk dalam pembagian harta rampasan perang. Ayat-ayatnya menekankan bahwa hakikat keimanan sejati tercermin dari ketundukan hati saat nama Allah disebut, bertambahnya iman ketika mendengar ayat-ayat-Nya, dan tawakal yang teguh kepada-Nya. Surah ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di antara kaum mukmin, serta memberikan panduan dalam menghadapi musuh, termasuk anjuran untuk menyiapkan kekuatan dan kewaspadaan terhadap tipu daya.

Lebih jauh, surah ini memberikan pemahaman bahwa perjuangan Islam bukan sekadar perang fisik, melainkan juga perang melawan hawa nafsu dan godaan duniawi. Allah menghendaki pahala akhirat, dan Dia akan selalu bersama orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian. Surah Al-Anfal juga menjelaskan kedudukan dan hak kaum muhajirin dan anshar sebagai saudara seiman, serta pentingnya menjaga hubungan kekerabatan sesuai ketentuan Allah.

Dengan memahami makna setiap ayat dalam Surah Al-Anfal, seorang Muslim dapat memperkuat landasan spiritualnya, meningkatkan kualitas imannya, dan menjadi pribadi yang lebih teguh dalam menghadapi tantangan hidup, senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam.

🏠 Homepage