Ilustrasi Malaikat Menerima Wahyu Perintah Ilahi Ketaatan dan Kepastian

Menggali Hikmah: Surah Al Hijr Ayat 28

Surah Al Hijr, yang merupakan surah ke-15 dalam Al-Qur'an, membawa banyak sekali pelajaran penting mengenai keesaan Allah (Tauhid), penciptaan, serta kisah para Nabi. Di antara ayat-ayatnya yang mengandung instruksi ilahi yang tegas, terdapat Surah Al Hijr ayat 28, yang ditujukan kepada malaikat mengenai perintah spesifik terhadap penciptaan manusia yang akan datang.

Ayat ini merupakan bagian krusial dalam narasi penciptaan Nabi Adam AS. Ia menunjukkan betapa tingginya kedudukan makhluk yang akan diciptakan Allah SWT tersebut, bahkan sebelum ia benar-benar ada di muka bumi. Ayat ini seringkali dibahas dalam konteks keistimewaan manusia dibandingkan makhluk lainnya.

Teks Arab dan Terjemahan Al Hijr Ayat 28

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."

Penjelasan Mendalam Ayat

Ayat 28 ini memulai dialog agung antara Allah SWT dan para malaikat-Nya. Kata kunci dalam ayat ini adalah "إِذْ قَالَ رَبُّكَ" (Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman), yang menandakan bahwa peristiwa ini adalah momen penting yang harus direnungkan oleh Rasulullah SAW dan umatnya.

1. Penetapan Tujuan Penciptaan

Allah mengumumkan niat-Nya untuk menciptakan manusia. Pengumuman ini menegaskan bahwa penciptaan manusia bukanlah suatu kebetulan, melainkan merupakan ketetapan ilahi yang memiliki tujuan besar. Para malaikat, yang selalu taat dan bertasbih, diberi tahu mengenai rencana agung ini.

2. Bahan Dasar Penciptaan: Tanah Liat

Ayat ini sangat spesifik mengenai materi fisik manusia: "مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ" (dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk). Proses ini digambarkan dalam beberapa tahapan:

Kontras antara asal mula yang terbuat dari lumpur (rendah) dan kedudukan yang akan diemban manusia (sebagai khalifah di bumi) adalah pelajaran utama. Ini menunjukkan bahwa kemuliaan manusia bukan terletak pada asal materinya, melainkan pada amanah dan potensi spiritual yang dianugerahkan Allah.

Implikasi Ketuhanan dan Keilmuan

Ayat ini juga memperlihatkan kedudukan tertinggi Allah sebagai Al-Khaliq (Sang Pencipta). Hanya Dia yang memiliki kuasa menentukan materi, bentuk, dan waktu penciptaan. Para malaikat hanya menerima dan melaksanakan perintah.

Dari sisi ilmiah, ayat ini selaras dengan penemuan modern bahwa tubuh manusia tersusun dari unsur-unsur tanah (mineral). Namun, Al-Qur'an melangkah lebih jauh dengan menjelaskan proses bertahap dari lumpur hingga menjadi bentuk yang siap menerima kehidupan. Ini memperkuat keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu yang melampaui pengetahuan manusia pada masa turunnya.

Perintah kepada malaikat untuk menyaksikan proses ini juga mengindikasikan adanya fase persiapan sebelum penugasan besar kepada Adam AS sebagai pemimpin di bumi. Pemahaman mendalam terhadap Surah Al Hijr ayat 28 ini mengajarkan kerendahan hati (mengingat asal usul dari lumpur) sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar yang diemban umat manusia.

🏠 Homepage