Kisah Isra Mi'raj dan Keagungan Allah dalam Surah Al-Isra Ayat 1-10

Ilustrasi Langit Malam dan Cahaya Ilahi

Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Surah Bani Israil, membuka dengan salah satu mukjizat terbesar yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalanan malam (Isra') dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Ayat 1 hingga 10 adalah pembuka yang sarat makna, mengingatkan tentang kemahakuasaan Allah, tujuan risalah, serta konsekuensi perbuatan manusia.

Ayat 1: Keagungan Perjalanan Isra

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Ayat ini menegaskan kesempurnaan Allah (Subhana). Kata 'Isra' (diperjalankan di malam hari) merujuk pada perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Yerusalem). Kata kunci di sini adalah 'Kami berkahi sekelilingnya', menunjukkan bahwa tanah Palestina dan sekitarnya memiliki keutamaan spiritual yang tinggi. Perjalanan ini bukan semata-mata hiburan, tetapi untuk menunjukkan sebagian dari keajaiban dan tanda kekuasaan Allah kepada Rasul-Nya.

Ayat 2 dan 3: Pemberian Taurat kepada Musa

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا "Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): 'Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku'."

Setelah menyinggung mukjizat Rasul terakhir, Allah mengingatkan umat manusia tentang mukjizat yang diberikan kepada Musa, yaitu Taurat. Ayat ini sekaligus menjadi peringatan agar Bani Israil tidak menyimpang dari petunjuk Allah. Penekanan diberikan pada tauhid; Allah adalah satu-satunya Wakiil (Pelindung dan Pengurus) yang layak disembah dan dimintai pertolongan.

Ayat 4 hingga 8: Balasan bagi Kebaikan dan Kehancuran Kedua

Ayat-ayat selanjutnya menjelaskan tentang dua kerusakan besar yang dilakukan oleh Bani Israil setelah menerima Taurat:

  1. Kerusakan Pertama (Ayat 4-6): Mereka membuat kerusakan di bumi untuk kedua kalinya, menyombongkan diri, dan menindas kaum lain. Sebagai balasannya, Allah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang memiliki keganasan luar biasa untuk menghukum mereka, menghancurkan rumah-rumah mereka, dan membuat mereka menjadi puing-puing yang tercela. Ini adalah peringatan keras tentang kesombongan dan penindasan.
  2. Kerusakan Kedua dan Penebusan (Ayat 7-8): Allah memberi kesempatan penebusan. Jika mereka berbuat baik, mereka akan mendapatkan rahmat. Namun, jika mereka kembali berbuat kerusakan (seperti yang terjadi pada kerusakan kedua), Allah akan mengirimkan musuh yang menyedihkan wajah mereka, dan mereka akan dimasuki ke dalam penjara duniawi, sebagaimana mereka pernah dimasuki sebelumnya.

Pesan utama ayat ini adalah prinsip universal: kebaikan dibalas kebaikan, dan kerusakan dibalas kehancuran. Tidak ada satu pun umat yang kebal dari konsekuensi perbuatannya.

Ayat 9 dan 10: Al-Qur'an sebagai Penerang

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar."
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ اعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا "Dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhir, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih."

Setelah menyinggung Taurat dan kegagalan Bani Israil, Allah memperkenalkan Al-Qur'an sebagai penutup dan penyempurna risalah sebelumnya. Ayat 9 menegaskan bahwa Al-Qur'an membimbing kepada jalan yang paling benar (*aqwam*), yang lurus, adil, dan paling sempurna. Kabar gembira diberikan bagi orang beriman yang mengamalkan kebaikan.

Sementara itu, ayat 10 memberikan peringatan tegas kepada mereka yang menolak hari pembalasan. Bagi yang mengingkari Akhirat, siksaan pedih telah disiapkan. Ini menunjukkan bahwa petunjuk Ilahi selalu menawarkan dua jalan: ganjaran besar bagi ketaatan, dan azab pedih bagi penolakan dan kesombongan.

Implikasi Universal Ayat 1-10

Sepuluh ayat pertama Surah Al-Isra berfungsi sebagai fondasi ajaran Islam. Pertama, ia mengukuhkan kebenaran kenabian Muhammad SAW melalui mukjizat yang dialami langsung (Isra'). Kedua, ia menegaskan konsistensi pesan Ilahi dari zaman Musa hingga Nabi Muhammad, yaitu ajakan untuk beribadah hanya kepada Allah. Ketiga, ia menetapkan hukum sebab-akibat yang tegas, di mana kesombongan dan penindasan akan selalu berujung pada kehancuran, sedangkan Al-Qur'an adalah pedoman keselamatan abadi.

Pembacaan ayat-ayat ini mengingatkan umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas petunjuk Al-Qur'an dan menjaga diri dari kesombongan, sebab sejarah umat terdahulu telah menjadi cermin bagi masa kini.

Artikel ini mengupas dasar-dasar Surah Al-Isra ayat 1 hingga 10.
🏠 Homepage