Surah Al-Isra Ayat 1 Sampai 10

Kisah Isra' Mi'raj dan Peringatan Awal

Ilustrasi Malam dan Bintang Masjid

Teks dan Terjemahan Surah Al-Isra (Al-Isra') Ayat 1-10

Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, terdiri dari 111 ayat dan merupakan surat Makkiyah. Ayat 1 hingga 10 dalam surah ini mengandung beberapa peristiwa penting, termasuk mukjizat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, serta memberikan petunjuk awal mengenai keagungan Allah dan peringatan bagi mereka yang menyimpang.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
(1) Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-MasjidilAqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا
(2) Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا
(3) (Yang Kami selamatkan itu) adalah keturunan orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah seorang hamba (Allah) yang sangat bersyukur.
وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
(4) Dan telah Kami wahyukan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di muka bumi ini sebanyak dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar."
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا
(5) Maka apabila datang janji (pelaksanaan azab) pertama dari keduanya, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah janji yang pasti terlaksana.
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami bantu kamu dengan harta benda dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya).
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوؤُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
(7) Jika kamu berbuat baik, (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, kejahatan itu untuk dirimu juga. Apabila datang janji (pelaksanaan azab) yang kedua, (Kami datangkan musuh) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh Allah telah memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan segala sesuatu yang mereka kuasai dengan sebinasa-binasanya.
عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا ۚ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا
(8) Mudah-mudahan Tuhanmu akan merahmati kamu; dan jika kamu mengulangi (pelanggaran), niscaya Kami (juga) akan mengulangi (hukuman), dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara yang (memenjarakan) orang-orang kafir.
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
(9) Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
(10) dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

Penjelasan Singkat Seputar Ayat-Ayat Ini

Sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Isra ini merupakan fondasi penting dalam memahami sejarah kenabian dan prinsip dasar ajaran Islam. Ayat pertama (Ayat 1) secara eksplisit menceritakan tentang perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra' Mi'raj. Perjalanan malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Al-Aqsa) di Yerusalem ini adalah manifestasi dari kebesaran Allah SWT yang menegaskan status kenabian Muhammad SAW, serta menjadi titik awal perjalanan spiritual beliau ke langit.

Ayat 2 hingga 8 berfokus pada Bani Israil. Allah mengingatkan mereka melalui Musa AS mengenai Taurat yang diberikan sebagai petunjuk, dengan penekanan agar mereka tidak mengambil pelindung selain Allah (Ayat 2). Namun, Allah juga menubuatkan bahwa mereka akan dua kali melakukan kerusakan besar di muka bumi (Ayat 4). Kedua kerusakan ini secara historis diinterpretasikan merujuk pada dua kali penaklukan dan penghancuran Yerusalem oleh kekuatan asing, di mana hukuman pertama dan kedua datang sebagai konsekuensi langsung dari pembangkangan dan kesombongan mereka.

Pesan dalam ayat 7 sangat universal: "Jika kamu berbuat baik, (kebaikan itu) untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, kejahatan itu untuk dirimu juga." Ini adalah prinsip kausalitas moral yang mutlak. Jika Bani Israil kembali kepada kesombongan setelah sempat dipulihkan, maka hukuman kedua akan datang, bahkan lebih parah, di mana Masjid Al-Aqsa akan dinodai (Ayat 7).

Menyambung peringatan tersebut, ayat 8 memberikan harapan bersyarat: "Mudah-mudahan Tuhanmu akan merahmati kamu; dan jika kamu mengulangi (pelanggaran), niscaya Kami (juga) akan mengulangi (hukuman)." Ini menegaskan bahwa rahmat Allah selalu terbuka, tetapi konsekuensi pelanggaran berulang kali tidak terhindarkan.

Penutup dari sepuluh ayat ini (Ayat 9 dan 10) mengalihkan fokus kepada Al-Qur'an itu sendiri. Setelah menyinggung sejarah umat terdahulu, Allah menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah pedoman hidup yang paling lurus (*aqwam*). Ia membawa kabar gembira bagi orang beriman yang beramal saleh dengan pahala besar, sekaligus ancaman azab pedih bagi mereka yang menolak kebenaran Hari Akhir. Keseluruhan sepuluh ayat ini berfungsi sebagai mukadimah yang mengingatkan akan kuasa ilahi, sejarah umat terdahulu sebagai cerminan, dan keutamaan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat Nabi Muhammad SAW.

🏠 Homepage