Teks dan Terjemahan Surah Al-Isra Ayat 96
قُلْ كُفُوا۟ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ
Katakanlah: "Tuhan Maha Besar." (Terjemahan harfiah untuk konteks penjelasan)
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih." (Penjelasan konteks ayat)
Surah Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah salah satu surah penting dalam Al-Qur'an yang membahas berbagai aspek tauhid, sejarah para nabi, serta tantangan yang dihadapi oleh umat Islam pada masa awal kenabian Muhammad ﷺ. Ayat 96 dari surah ini memiliki kedudukan yang sangat signifikan, terutama dalam konteks dialog antara Nabi Muhammad ﷺ dan kaum musyrikin Mekah yang meragukan kebenaran wahyu yang dibawakan oleh beliau.
Konteks Penegasan Kenabian
Ayat 96 ini sering kali dipahami sebagai bagian dari rangkaian ayat yang menanggapi permintaan kaum kafir Quraisy yang menantang mukjizat. Mereka sering meminta bukti-bukti fisik atau mukjizat yang kasat mata, bahkan sampai meminta agar gunung-gunung di Mekah diubah menjadi kebun-kebun yang subur atau agar benda-benda langit dihadirkan secara langsung. Ayat sebelumnya (Ayat 95) menjelaskan respons Allah SWT terhadap permintaan semacam itu, yaitu bahwa jika Allah menghendaki, Dia dapat mendatangkan bukti-bukti tersebut. Namun, tujuan utama penurunan Al-Qur'an bukanlah sekadar tontonan, melainkan sebagai petunjuk dan peringatan.
Dalam konteks inilah, Ayat 96 datang untuk menegaskan bahwa kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah kebenaran yang superior (خير - khair), yaitu kebenaran yang lebih baik dan abadi dibandingkan dengan semua bentuk permintaan atau mukjizat duniawi yang diminta oleh kaum musyrikin. Ayat ini memerintahkan Nabi untuk menegaskan keunggulan ajaran yang dibawanya.
Makna "Khayr" (Kebaikan) dalam Ayat
Kata "خير" (khayr) dalam ayat ini mengandung makna yang sangat luas. Ini merujuk pada kebaikan tertinggi, yaitu ajaran Islam itu sendiri, yang mencakup tauhid yang murni, petunjuk moral, etika sosial, serta janji pahala di akhirat. Kaum musyrikin mungkin mencari kemudahan duniawi atau tontonan, tetapi Al-Qur'an menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga: keselamatan abadi.
Perintah "Katakanlah: 'Tuhan Maha Besar'" atau "Katakanlah: 'Inilah yang lebih baik'" adalah respons tegas terhadap keraguan mereka. Ini bukan hanya sekadar jawaban, melainkan sebuah deklarasi bahwa wahyu yang dibawa adalah kebaikan hakiki yang tidak tertandingi oleh kekayaan atau kekuasaan duniawi.
Peringatan Bagi yang Beriman dan Yang Ingkar
Bagian kedua dari ayat ini memberikan peringatan yang mendalam: "Sesungguhnya mereka yang beriman kepada hari akhirat sangat merasa takut akan azab Tuhan mereka." Ini menunjukkan kontras tajam antara sikap kaum musyrikin yang meremehkan akhirat dan sikap orang-orang yang beriman.
Orang-orang yang beriman memahami bahwa meskipun mereka mungkin tidak mendapatkan semua yang mereka inginkan di dunia, mereka menghadapi Hari Pertanggungjawaban. Rasa takut (إشفاق - isyfaq) yang mereka rasakan bukanlah ketakutan yang melumpuhkan, melainkan rasa hormat dan kehati-hatian yang mendorong mereka untuk taat kepada Allah SWT dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, karena mereka sadar betul akan konsekuensi dari kedustaan dan kekufuran.
Ayat ini menjadi pengingat abadi bahwa Al-Qur'an adalah standar kebaikan yang tertinggi. Bagi seorang Muslim, kebenaran yang dibawa oleh Al-Qur'an jauh lebih berharga daripada semua kesenangan sesaat di dunia. Oleh karena itu, penekanan pada keimanan dan persiapan untuk akhirat menjadi inti dari pesan yang disampaikan melalui Surah Al-Isra ayat 96 ini. Hal ini menegaskan bahwa mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur'an itu sendiri, sebuah kitab yang mengandung petunjuk lengkap untuk mencapai kebaikan dunia dan akhirat.
Dengan memahami ayat ini, seorang Muslim diajak untuk menimbang antara tuntutan duniawi yang fana dengan janji kebaikan hakiki di sisi Allah SWT. Keimanan yang didasari oleh rasa takut yang benar terhadap azab-Nya adalah kunci untuk menjaga konsistensi dalam mengikuti jalan kebenaran.