Surah Al-Maidah (Hidangan) adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an, merupakan salah satu surah terpanjang yang diturunkan di Madinah. Surah ini kaya akan syariat, hukum, dan pelajaran penting bagi umat Islam.
Surah Al-Maidah turun sebagai penyempurna banyak aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama setelah kaum Muslimin semakin mapan di Madinah. Nama "Al-Maidah" sendiri merujuk pada kisah permintaan hidangan dari langit oleh kaum Hawariyyin kepada Nabi Isa AS, sebagaimana disebutkan dalam ayat 112-115.
Salah satu inti dari surah ini adalah penetapan berbagai hukum syariat yang rinci. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk menepati janji, mematuhi perjanjian, dan melaksanakan ibadah dengan sempurna. Ayat-ayatnya membahas tentang halal dan haramnya makanan, tata cara berwudhu (sebelum shalat), hingga hukum pidana (seperti qisas).
Contoh penting adalah perintah untuk berlaku adil, bahkan terhadap musuh sekalipun, sebagaimana termaktub:
Ayat ini menjadi fondasi etika sosial dan hukum dalam Islam, menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa dipengaruhi emosi kebencian pribadi atau kelompok.
Surah Al-Maidah juga mengulas kisah-kisah para nabi terdahulu sebagai ibrah (pelajaran). Selain kisah Nabi Isa AS dan Hawariyyin, terdapat pula kisah awal mula perselisihan antara Habil dan Qabil (ketika membahas hukuman atas pembunuhan), serta peringatan keras terhadap Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) mengenai penyimpangan akidah mereka.
Salah satu ayat yang sering dirujuk adalah mengenai penyempurnaan agama:
Ayat ini menegaskan bahwa ajaran Islam telah sempurna dan lengkap, tidak memerlukan tambahan dari luar. Meskipun demikian, Allah memberikan keringanan bagi yang terpaksa melakukan hal yang dilarang karena kondisi darurat yang mengancam jiwa.
Surah Al-Maidah sangat menekankan pentingnya memegang teguh janji (akad) baik dengan Allah maupun sesama manusia. Ikrar kesetiaan kepada Allah harus dijaga, dan pengkhianatan terhadap perjanjian dianggap sebagai perbuatan tercela. Hal ini relevan dalam konteks hubungan antarnegara, kontrak sosial, hingga hubungan pribadi.
Secara keseluruhan, Surah Al-Maidah berfungsi sebagai panduan komprehensif, mencakup aspek akidah, ibadah, muamalah (interaksi sosial), hingga etika kepemimpinan, menjadikannya rujukan penting dalam memahami penerapan syariat Islam secara utuh.