Surah Az-Zalzalah (atau Az-Zilzal) adalah surat pendek dalam Al-Qur'an yang membahas secara lugas mengenai hari Kiamat, di mana bumi akan mengeluarkan segala isinya. Untuk memahami dahsyatnya peristiwa tersebut, kita perlu menelaah setiap ayatnya, khususnya ayat kedua.
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
(Wa akhrajatil ardu asqalaha) Dan bumi telah mengeluarkan beban beratnya,Ayat ini merupakan inti gambaran visualisasi kehancuran total. Jika ayat pertama mendeskripsikan guncangan dahsyat yang mengguncang bumi sekuat-kuatnya (Idza zulzilatil ardu zilzalaha), maka ayat kedua memberikan konsekuensi langsung dari guncangan tersebut: bumi memuntahkan segala sesuatu yang terpendam di dalamnya.
Kata kunci dalam ayat ini adalah "Asqalahā" (أَثْقَالَهَا), yang secara harfiah berarti "beban-beban beratnya." Berbagai mufassir (ahli tafsir) memberikan beberapa interpretasi mendalam mengenai beban berat ini, yang kesemuanya mengarah pada ketidakmampuan bumi untuk menahan rahasia dan isinya lagi.
Sebagian ulama menafsirkan bahwa beban berat itu adalah semua harta benda, emas, perak, dan segala kekayaan yang selama ini terpendam di perut bumi. Ketika bumi diguncang hebat, semua harta karun itu akan terlempar keluar, menunjukkan bahwa kekayaan duniawi adalah hal yang remeh dan tidak berguna pada saat itu.
Interpretasi yang lebih kuat dan sering dikemukakan adalah bahwa "beban berat" merujuk pada mayat seluruh umat manusia dan jin yang telah dikubur. Bumi akan memuntahkan semua jasad yang selama ini diam di kuburan mereka. Ini adalah persiapan awal kebangkitan (ba'ts) di mana setiap jiwa akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban.
Ada pula pandangan bahwa ini mencakup segala sesuatu yang secara struktural berat, seperti gunung-gunung yang terlempar, bangunan-bangunan raksasa yang ambruk, atau bahkan rahasia-rahasia geologis bumi yang terungkap ke permukaan. Intinya adalah lenyapnya stabilitas dan struktur yang kita kenal.
Ayat 2 Surah Az-Zalzalah menegaskan keadilan dan kekuasaan Allah SWT. Bumi, yang selama ini menjadi saksi bisu atas segala perbuatan manusia—baik amal shaleh maupun dosa—diperintahkan untuk mengungkapkan semua yang disimpannya. Tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apapun, yang akan tersembunyi.
Ketika bumi mengeluarkan beban beratnya, manusia akan dihadapkan pada realitas akhir zaman. Mereka yang selama hidupnya menumpuk harta tanpa peduli hak orang lain, kini harta itu terlempar sia-sia. Sementara mereka yang meninggal dalam keadaan suci atau membawa bekal iman, mereka akan berdiri tegak untuk menghadapi hisab.
Ayat ini berfungsi sebagai jembatan antara guncangan fisik (Ayat 1) dan kesaksian lisan (Ayat 3 dan 4). Setelah bumi mengeluarkan beban beratnya, manusia akan bertanya, "Ada apa ini?" Dan bumi akan menjawab, memberikan kesaksian atas segala perbuatan manusia yang terjadi di permukaannya, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah selanjutnya.
Memahami Surah Az-Zalzalah ayat 2 seharusnya memicu introspeksi mendalam. Bumi yang kita pijak ini bukan tempat tinggal abadi. Ia adalah panggung sementara yang akan segera ‘mengembalikan’ semua deposit yang telah kita tinggalkan di atasnya. Kesadaran ini menuntut setiap muslim untuk senantiasa berbuat baik, karena pertanggungjawaban atas setiap 'beban' amal kita akan segera ditagih.
Persiapan yang paling utama menghadapi guncangan dahsyat ini bukanlah dengan menimbun harta, melainkan dengan menumpuk amal shaleh dan membersihkan hati dari maksiat, sehingga ketika bumi mengeluarkan semua isinya, kita tidak termasuk di antara mereka yang menyesal.
Ayat ini adalah peringatan keras namun penuh hikmah, mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, dan kehancuran total adalah pasti bagi siapa pun yang mengingkarinya.
Semoga perenungan terhadap ayat yang singkat namun padat makna ini menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT.