Kekuatan Guncangan Dahsyat: Memahami Surah Az-Zalzalah Ayat 5

Kiamat

Surah Az-Zalzalah (Kegoncangan) adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an, namun menyimpan peringatan yang sangat besar mengenai hari akhir. Ayat kelima dari surat ini menjadi klimaks dari gambaran kehancuran dahsyat yang akan terjadi di bumi saat hari kiamat tiba. Untuk memahami pentingnya ayat ini, kita perlu melihat konteks keseluruhan dari Surah ke-99 ini.

Surah Al Zalzalah Ayat Ke 5 Berbunyi

فَيَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
"Maka pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."

Ayat ini secara eksplisit menjelaskan kondisi manusia setelah goncangan bumi yang sangat hebat (seperti yang digambarkan pada ayat 1-4) berakhir dan saat kebangkitan dimulai. Fokus ayat kelima ini adalah pada pemisahan dan perhitungan amal perbuatan manusia.

Makna Mendalam dari "Yashduru An-Nasu Ashtatan"

Frasa kunci dalam ayat ini adalah "يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا" (Yashduru An-Nasu Ashtatan), yang diterjemahkan sebagai "manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok" atau "terbagi-bagi". Kata Ashtatan mengandung makna terpecah-pecah, tersebar, atau dalam kelompok-kelompok yang berbeda.

1. Keluar dari Kubur dan Kebingungan

Setelah bumi diguncang hebat, gunung-gunung dihancurkan, dan lautan meluap, manusia dibangkitkan. Mereka tidak bangkit dalam keadaan teratur seperti barisan yang rapi, melainkan dalam keadaan terpisah-pisah, mungkin karena ketakutan, kebingungan, atau sesuai dengan kondisi kematian mereka. Ini adalah penggambaran visual tentang kengerian yang melanda seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

2. Pemisahan Berdasarkan Amal

Meskipun ayat ini menggambarkan mereka keluar dalam keadaan terpisah, para mufassir (ahli tafsir) sering mengaitkan pemisahan ini dengan pemisahan akhir yang akan terjadi di Padang Mahsyar. Mereka yang beriman akan digiring ke satu sisi (arah kanan), sementara mereka yang kafir akan digiring ke sisi yang lain (arah kiri). Keadaan Ashtatan ini menunjukkan bahwa setiap individu akan menghadapi konsekuensi dari perbuatannya masing-masing. Tidak ada lagi kesatuan kelompok yang melindungi dari pertanggungjawaban pribadi.

Tujuan Akhir: Melihat Hasil Amalan

Ayat ini diakhiri dengan tujuan yang sangat jelas: "لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ" (liyuraw a'malahum), yaitu "untuk diperlihatkan kepada mereka balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."

Pada hari itu, tidak ada lagi ruang untuk menyangkal atau beralasan. Seluruh catatan kehidupan, mulai dari niat terkecil hingga perbuatan terbesar, akan disajikan secara transparan. Penampakan amal ini bukan hanya sekadar melihat daftar, melainkan merasakan dampak nyata dari setiap perbuatan tersebut, baik itu pahala yang membahagiakan maupun dosa yang mencelakakan. Ayat ini menekankan prinsip keadilan mutlak Allah SWT: setiap tindakan sekecil apa pun akan diperhitungkan.

Keterkaitan Ayat 5 dengan Ayat Sebelumnya

Ayat ke-5 menjadi jembatan penting antara gambaran kehancuran fisik alam semesta (ayat 1-4) dan proses hisab (perhitungan) di akhirat.

Dengan demikian, Surah Az-Zalzalah adalah pengingat komprehensif. Ia dimulai dengan peringatan visual tentang kehancuran total yang akan mengakhiri kehidupan dunia, dan diakhiri dengan peringatan spiritual tentang keharusan mempertanggungjawabkan setiap detik kehidupan kita kepada Sang Pencipta. Menghayati surah al zalzalah ayat ke 5 mengajarkan kita untuk hidup dengan kesadaran penuh bahwa setiap langkah yang kita ambil sedang dicatat dan akan kita temui hasilnya kelak dalam keadaan terpisah dari keramaian dunia.

🏠 Homepage