Surah Az-Zalzalah (Keguncangan), yang terdiri dari delapan ayat, merupakan salah satu surah pendek namun memiliki pesan yang sangat fundamental dan mengerikan dalam ajaran Islam. Surah ini, yang turun di Mekkah, secara eksplisit membahas gambaran awal dari Hari Kiamat, sebuah peristiwa yang merupakan inti dari akidah Islam. Ayat-ayat ini memberikan peringatan keras mengenai pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan sekecil apa pun yang dilakukan manusia di muka bumi.
Fokus utama dari delapan ayat pertama ini adalah deskripsi visual dan sonik mengenai goncangan hebat yang akan mengguncang planet kita, menandai dimulainya proses kehancuran total sebelum kebangkitan (ba'ats) dimulai.
Berikut adalah susunan ayat 1 hingga 8 dari Surah Az-Zalzalah beserta terjemahan bahasa Indonesianya:
Tujuh ayat pertama Surah Az-Zalzalah melukiskan sebuah adegan yang mengerikan. Kata "Zilzalaha" (guncangan yang dahsyat) menunjukkan bahwa getaran ini bukan sekadar gempa bumi biasa, melainkan guncangan kosmik yang menghancurkan struktur bumi. Bumi, yang selama ini menjadi panggung kehidupan manusia, akan memuntahkan segala rahasia dan beban yang tersimpan di dalamnya (Ayat 2). Beban ini bisa diartikan sebagai jenazah, harta terpendam, atau bahkan jejak perbuatan manusia yang selama ini tersembunyi.
Reaksi manusia digambarkan dalam kebingungan total (Ayat 3), sebuah spontanitas yang menunjukkan bahwa peristiwa ini berada di luar pemahaman dan kendali mereka. Namun, kebingungan itu segera dijelaskan: semua itu terjadi karena izin dan perintah langsung dari Allah SWT (Ayat 5). Bumi diprogram untuk menjadi saksi bisu yang kemudian dipaksa untuk berbicara mengenai apa yang terjadi di atasnya.
Puncak dari ayat-ayat ini terletak pada ayat 6 hingga 8, yang mengalihkan fokus dari kehancuran fisik menuju perhitungan amal. Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan terpisah-pisah (asytatan), memastikan tidak ada satupun yang dapat menyembunyikan catatan perbuatannya.
Ayat 7 dan 8 adalah penekanan ultimatif mengenai konsep keadilan ilahi. Penggunaan kata "mitsqala dzarrah" (seberat zarrah atau partikel terkecil) menegaskan bahwa dalam timbangan Allah, tidak ada perbuatan yang terlalu kecil untuk diabaikan, baik itu kebaikan sekecil apa pun maupun kejahatan yang tampak remeh. Surah Az-Zalzalah berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa hidup ini adalah ladang tanam, dan panen—baik berupa surga atau neraka—akan diterima sesuai dengan kuantitas dan kualitas setiap benih yang telah ditaburkan. Persiapan amal shaleh adalah satu-satunya bekal yang relevan saat goncangan itu tiba.