Memahami Surah Az-Zalzalah Ayat 6

M B Keadilan Hari Kiamat

Ilustrasi: Penimbangan Amal

Surah Az-Zalzalah (Kegoncangan) adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an yang memiliki pesan mendalam mengenai hari kiamat dan pertanggungjawaban mutlak setiap individu atas perbuatannya. Ayat keenam dari surah ini menjadi sorotan penting dalam memahami mekanisme keadilan Ilahi di akhir zaman.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

Pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka sebagian dari balasan amal mereka.

Konteks dan Penjelasan Surah Az-Zalzalah Ayat 6

Ayat keenam ini menjelaskan gambaran manusia ketika mereka dibangkitkan dari kubur setelah sangkakala kedua ditiup oleh Israfil. Kata kunci dalam ayat ini adalah "أَشْتَاتًا" (asyātan), yang berarti berkelompok-kelompok, berserakan, atau terpisah-pisah.

Berbeda dengan kondisi di dunia di mana manusia berkumpul dalam kelompok berdasarkan ikatan duniawi (suku, bangsa, keluarga, atau ideologi), pada hari itu, pengelompokan mereka murni didasarkan pada takdir akhir mereka atau kondisi amalan mereka. Sebagian ulama menafsirkan "asyātan" sebagai perbedaan keadaan mereka: ada yang berjalan cepat menuju tempat perhitungan (orang-orang yang beriman), ada yang berjalan tertatih-tatih dalam ketakutan (orang-orang yang durhaka), dan ada pula yang berjalan tanpa alas kaki.

Tujuan Pemisahan: Melihat Balasan Amal

Tujuan utama dari pemisahan atau pengelompokan ini sangat jelas, yaitu "لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ" (li-yuraw a'mālahum), untuk diperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka. Ini adalah momen konfrontasi di mana tidak ada lagi ruang untuk penyangkalan atau pemalsuan.

Setiap individu akan disajikan catatan amal mereka, baik yang kecil maupun yang besar. Allah SWT telah berfirman dalam ayat sebelumnya (Ayat 5): "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya." Ayat 6 melengkapi ayat 5 dengan menyatakan bahwa setelah menyaksikan amal tersebut, barulah mereka menerima konsekuensinya.

Penglihatan amal ini bisa berarti beberapa hal. Pertama, mereka diperlihatkan secara visual di hadapan mereka (seperti tayangan film). Kedua, mereka diperlihatkan melalui timbangan (Mizan) yang akan dijelaskan lebih lanjut di ayat berikutnya.

Hikmah di Balik Ketelitian Pencatatan Amal

Ayat ini menegaskan prinsip keadilan absolut yang diterapkan Allah SWT. Dalam kehidupan dunia, seringkali kejahatan tersembunyi dan kebaikan tidak terbalaskan secara setimpal. Namun, di Hari Kiamat, tidak ada satu pun yang terlewat.

1. Motivasi untuk Berbuat Baik: Mengetahui bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, akan diperlihatkan secara gamblang di hadapan semua makhluk adalah motivasi terbesar bagi seorang Muslim untuk selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Rasa malu dihadapan Allah dan hamba-hamba-Nya seharusnya mendorong peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.

2. Keadilan Mutlak: Ayat ini menjamin bahwa tidak ada satupun orang yang dizalimi. Orang yang berbuat baik sekecil apa pun akan melihat kebaikannya. Demikian pula orang yang berbuat buruk akan menyaksikan kesalahannya secara nyata. Ini menghilangkan keraguan tentang keadilan Tuhan dalam memberikan imbalan dan hukuman.

3. Kesadaran akan Sifat Fana Dunia: Pengelompokan yang terpisah-pisah ('asyātan') menunjukkan bubarnya semua ikatan duniawi saat itu. Kekayaan, status sosial, atau kekuasaan yang dikejar manusia di dunia menjadi tidak berarti. Yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban pribadi atas apa yang telah dilakukan.

Surah Az-Zalzalah, khususnya ayat 6 dan 7, berfungsi sebagai pengingat universal bahwa kehidupan ini adalah ladang tanam. Apa yang ditabur di sini, akan dituai di sana, tanpa ada pengurangan atau penambahan. Pemahaman mendalam tentang ayat ini seharusnya menuntun seorang mukmin untuk hidup dengan penuh kesadaran (murāqabah) dan mendekatkan diri kepada amal yang diridai Allah.

🏠 Homepage