Menggali Pelajaran dari Surat Al-Hijr Ayat 81 hingga 90

Ilustrasi Pegunungan dan Bintang Gambar bergaya minimalis yang merepresentasikan pegunungan yang dipahat (seperti kaum Tsamud) di bawah langit berbintang (pertanda kekuasaan Allah).
Ilustrasi keagungan ciptaan Allah di tengah batu pahatan.

Teks dan Terjemahan Al-Hijr (81-90)

۞ وَءَاتَيْنَٰهُمْ ءَايَٰتِنَا فَكَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
"Dan Kami telah memberikan kepada mereka tanda-tanda Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya."
وَلَقَدْ كَانُوا۟ يَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ
"Dan mereka memahat rumah-rumah di gunung-gunung sebagai orang-orang yang aman."
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ ۙ 83 فَ مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ 84
"Maka mereka disambar suara yang menggelegar pada pagi hari, maka sekali-kali tidak berguna bagi mereka apa yang telah mereka usahakan. 83, 84"
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَآتِيَةٌ فَاصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ 85 فَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْخَلَّٰقُ ٱلْعَلِيمُ 86
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar. Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, maka berikanlah maaf yang sebaik-baiknya. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. 85, 86"
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَٰكَ سَبْعًا مِّنَ ٱلْمَثَانِى وَٱلْقُرْءَانَ ٱلْعَظِيمَ 87 لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ 88 وَقُلْ إِنِّىٓ أَنَا ٱلنَّذِيرُ ٱلْمُبِينُ 89 كَمَآ أَنزَلْنَا عَلَى ٱلْمُقْتَسِمِينَ 90
"Dan sungguh Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang diulang-ulang (Al-Fatihah) dan Al-Qur'an yang agung. 87 Janganlah sekali-kali kamu arahkan pandangan matamu kepada kenikmatan duniawi yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka, dan rendahkanlah sayapmu bagi orang-orang yang beriman. 88 Dan katakanlah, 'Sesungguhnya aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata.' 89 (Sebagaimana Kami telah mengutus rasul-rasul kepada) orang-orang yang membagi-bagi (kitab suci mereka). 90"

Kisah Kaum Tsamud dan Peringatan Kehancuran

Bagian awal dari rentetan ayat ini, mulai dari Surat Al Hijr ayat 81, mengisahkan nasib kaum Tsamud, sebuah kaum yang terkenal karena keahlian mereka dalam memahat batu. Allah SWT telah memberikan mereka banyak mukjizat dan tanda-tanda keesaan-Nya, namun seperti umat-umat sebelumnya yang durhaka, mereka memilih untuk berpaling (I'radh).

Ayat 82 menyoroti ironi keadaan mereka: "Dan mereka memahat rumah-rumah di gunung-gunung sebagai orang-orang yang aman." Mereka merasa begitu aman dan perkasa di dalam benteng-benteng batu buatan tangan mereka sendiri, seolah-olah kekuatan fisik dan kecerdasan mereka mampu menolak takdir ilahi. Namun, keamanan sejati hanya datang dari ketaatan kepada Allah.

Puncak dari kesombongan mereka berakhir tiba-tiba. Pada Surat Al Hijr ayat 83, Allah menjelaskan bahwa azab datang dalam bentuk "suara yang menggelegar" (As-Sayhah) pada waktu pagi hari. Bencana alam yang dahsyat ini melenyapkan mereka beserta seluruh hasil karya mereka, membuktikan bahwa apa pun yang mereka kumpulkan ("apa yang telah mereka usahakan") tidak mampu menyelamatkan mereka dari ketetapan Allah.

Hikmah Penciptaan dan Perintah Memaafkan

Setelah menjelaskan siksa kaum Tsamud, ayat 85 membawa pembacaan ke cakrawala kosmik. Allah menegaskan bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala isinya bukanlah permainan atau tanpa tujuan, melainkan "dengan tujuan yang benar" (Al-Hijr ayat 85). Keteraturan alam semesta ini adalah bukti nyata keagungan Sang Pencipta.

Ayat ini kemudian memberikan perintah penting kepada Nabi Muhammad SAW: "Maka berikanlah maaf yang sebaik-baiknya." Hal ini sering ditafsirkan sebagai perintah untuk bersabar dan berlapang dada terhadap penolakan kaum Quraisy, sekaligus menjadi penegasan bahwa kendali akhir ada di tangan Allah, Sang Pencipta.

Kedudukan Al-Qur'an dan Sikap terhadap Mukminin

Ayat 87 menegaskan keistimewaan yang diberikan kepada Rasulullah SAW: Tujuh ayat yang berulang (merujuk pada Surah Al-Fatihah) dan Al-Qur'an yang Agung. Ini adalah karunia terbesar yang melampaui segala kemewahan duniawi yang dimiliki oleh orang-orang kafir.

Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi untuk tidak iri hati atau bersedih terhadap kekayaan duniawi yang dinikmati oleh orang-orang musyrik (ayat 88). Sebaliknya, Nabi diperintahkan untuk merendahkan diri dan berlaku lembut kepada orang-orang yang beriman ('rendahkanlah sayapmu bagi orang-orang yang beriman').

Penutup ayat ini menegaskan peran kenabiannya sebagai pemberi peringatan yang jelas, yang tugasnya sama seperti para pemberi peringatan terdahulu yang diutus kepada umat-umat yang saling memecah belah dan menyimpang dari ajaran murni, seperti yang diisyaratkan dalam Al-Hijr ayat 90. Totalitas ayat 81 hingga 90 memberikan pelajaran tentang konsekuensi kedurhakaan, kepastian hari kiamat, dan panduan moral bagi seorang pemimpin agama dalam menghadapi tantangan dakwah.

🏠 Homepage