Surat Al-Hijr Ayat 87 dan Tafsirnya

Al-Qur'an adalah sumber petunjuk utama bagi umat Islam. Salah satu surat yang kaya akan pelajaran adalah Surat Al-Hijr (Surat ke-15). Ayat ke-87 dari surat ini memiliki makna yang mendalam mengenai anugerah yang telah diberikan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Hikmah Ilustrasi Pemberian Hikmah dan Wahyu

Teks Surat Al-Hijr Ayat 87

Ayat ini merupakan penutup dari rangkaian ayat-ayat yang menegaskan kebenaran ajaran Islam dan kedudukan Nabi Muhammad SAW.

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
Artinya: "Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu (Nabi Muhammad) tujuh (ayat) yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an yang Agung."

Penjelasan dan Tafsir Al-Hijr Ayat 87

Ayat ke-87 dari Surat Al-Hijr ini secara eksplisit menyebutkan dua anugerah terbesar yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT, yaitu Sab'an minal Matsani dan Al-Qur'anul 'Azhim.

1. Sab'an Minal Matsani (Tujuh Ayat yang Dibaca Berulang-ulang)

Mayoritas ulama tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dengan "tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang" adalah **Surat Al-Fatihah**. Surat Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat, dan ia dibaca dalam setiap rakaat salat lima waktu, menjadikannya bagian yang paling sering diulang dalam ibadah seorang Muslim.

Pemberian Al-Fatihah ini merupakan kehormatan yang sangat tinggi. Dalam tafsir, disebutkan bahwa Al-Fatihah memiliki kedudukan agung karena memuat pujian kepada Allah, pengakuan tauhid, penetapan ibadah, hingga permohonan petunjuk jalan yang lurus. Tidak ada satu pun surat atau ayat dalam kitab-kitab sebelumnya yang memiliki kedudukan setara dengan Al-Fatihah, menjadikannya hadiah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.

2. Al-Qur'anul 'Azhim (Al-Qur'an yang Agung)

Anugerah kedua adalah Al-Qur'an secara keseluruhan. Kata "Al-'Azhim" (yang Agung) menekankan keagungan, kemuliaan, dan kebenaran mutlak dari wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an adalah sumber hukum, pedoman hidup, dan pembeda antara yang hak dan yang batil.

Dengan menyebutkan kedua hal ini secara berurutan, Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah dianugerahi baik inti dari ibadah ritual (Al-Fatihah) maupun keseluruhan ajaran komprehensif (Al-Qur'an).

Konteks Ayat dalam Surat Al-Hijr

Ayat 87 ini menutup rangkaian ayat-ayat yang berbicara tentang keberatan kaum musyrik Quraisy yang menolak kenabian Muhammad SAW dan meminta mukjizat yang tidak masuk akal. Setelah menolak permintaan mereka dan menjelaskan bahwa peringatan telah disampaikan, Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW tentang kebesaran karunia yang sudah Dia berikan kepadanya.

Ayat ini berfungsi sebagai penguatan hati (tatsbitul fu'ad) bagi Rasulullah SAW. Ketika menghadapi penolakan dan cemoohan, beliau diingatkan bahwa kemuliaan beliau tidak terletak pada penerimaan kaumnya, melainkan pada wahyu agung yang dibawa dan dipahaminya. Keagungan Al-Qur'an jauh melebihi segala tuntutan duniawi.

Implikasi Bagi Umat Islam

Pelajaran dari Al-Hijr ayat 87 ini sangat relevan bagi kehidupan Muslim modern. Pertama, kita harus senantiasa menghargai dan menjaga shalat kita, terutama bacaan Al-Fatihah, sebagai inti dari komunikasi kita dengan Allah. Kedua, kita wajib merujuk dan mengamalkan Al-Qur'an secara keseluruhan, menyadari bahwa ia adalah anugerah tak ternilai yang diturunkan kepada Nabi terakhir.

Keagungan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah risalah abadi yang sempurna. Ayat ini mengingatkan bahwa keberhasilan sejati seorang hamba diukur dari seberapa dekat ia dengan wahyu Allah, bukan seberapa populer atau diterima ia di mata manusia yang seringkali dangkal dalam penilaian.

🏠 Homepage