Memahami Surat Al-Hijr Ayat 95

Pengantar Surat Al-Hijr

Surat Al-Hijr, yang merupakan surat ke-15 dalam Al-Qur'an, dikenal juga sebagai surat "Batu" atau "Tempat Tinggal Kaum Tsamud". Surat ini memiliki banyak pelajaran penting mengenai tauhid, kisah para nabi, dan peringatan bagi mereka yang mendustakan kebenaran. Salah satu ayat penutupnya yang sarat makna adalah ayat ke-95, yang memberikan penegasan kuat tentang kepastian hari pembalasan.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Maha Pencipta Yang Maha Mengetahui. (QS. Al-Hijr: 95)

Konteks Ayat 95

Ayat 95 ini merupakan penutup dari serangkaian peringatan Allah kepada kaum kafir Mekkah yang meragukan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat sebelumnya (seperti ayat 90-94) telah memberikan ancaman keras terhadap mereka yang bersikap sombong dan menolak ajaran Allah. Setelah memberikan peringatan tegas, Allah menutupnya dengan penegasan sifat-sifat-Nya yang mutlak: Al-Khallāq (Maha Pencipta) dan Al-‘Alīm (Maha Mengetahui).

Penempatan ayat ini di akhir surat berfungsi sebagai penegasan otoritas Allah SWT. Tidak peduli seberapa besar kesombongan manusia, mereka tetaplah ciptaan, dan Pencipta mereka adalah Yang Maha Mengetahui segala rahasia, niat, dan tindakan mereka. Ini adalah pengingat bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makna Filosofis 'Al-Khallāq' dan 'Al-‘Alīm'

1. Al-Khallāq (Maha Pencipta)

Sifat Al-Khallāq menunjukkan keunikan Allah sebagai satu-satunya sumber penciptaan. Tidak ada yang bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan selain Dia. Ini berlaku untuk penciptaan alam semesta, manusia, hingga setiap detail terkecil. Dalam konteks ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan semua yang ada, termasuk para pendusta itu sendiri. Keberadaan mereka adalah bukti atas kekuasaan-Nya sebagai Pencipta.

2. Al-‘Alīm (Maha Mengetahui)

Sifat Al-‘Alīm menegaskan bahwa tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya. Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati, niat mereka yang tersembunyi, dan rencana mereka untuk menolak kebenaran. Pengetahuan-Nya meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Ketika dua sifat ini digabungkan, pesan menjadi sangat kuat: Allah yang menciptakan kita mengetahui setiap inci dari keberadaan kita dan semua yang kita lakukan. Keterangan ini memberikan rasa aman bagi orang-orang beriman yang menaati-Nya, sekaligus ancaman bagi mereka yang berbuat maksiat dengan keyakinan bahwa perbuatan mereka tidak akan terungkap.

Pelajaran Penting dari Ayat 95

Ayat Al-Hijr 95 mengajarkan beberapa prinsip dasar dalam akidah Islam:

  1. Ketergantungan Mutlak kepada Allah: Sebagai makhluk ciptaan, manusia harus bergantung sepenuhnya kepada Pencipta-Nya. Kekuatan, kecerdasan, dan rencana manusia hanyalah setitik kecil dari kekuasaan Allah.
  2. Pentingnya Niat (Ikhlas): Karena Allah Maha Mengetahui, seorang mukmin harus memastikan bahwa setiap tindakannya dilakukan dengan niat yang tulus (ikhlas) semata-mata karena Allah, bukan untuk mencari pujian manusia.
  3. Keteguhan dalam Dakwah: Bagi para pendakwah atau siapa pun yang menyerukan kebenaran, ayat ini menjadi penguat semangat. Meskipun menghadapi penolakan atau ejekan, mereka harus teguh karena Allah, Sang Pencipta dan Maha Mengetahui, senantiasa menyaksikan perjuangan mereka.
  4. Keadilan Ilahi: Ayat ini menjamin bahwa pada akhirnya, tidak ada perbuatan baik atau buruk yang luput dari perhitungan. Keadilan mutlak akan ditegakkan oleh Dzat yang mengetahui segalanya.

Ilustrasi Visual Penegasan Kekuasaan

Bayangkan kekuatan yang tak terbatas dari Pencipta yang meliputi segalanya:

Khallāq Al-‘Alīm Mengetahui Ciptaan-Nya

Penutup dan Hikmah

Surat Al-Hijr ayat 95 adalah penutup yang sempurna, menyimpulkan seluruh ajaran mengenai keesaan Allah dalam penciptaan dan pengetahuan-Nya. Ayat ini menuntut refleksi mendalam dari setiap muslim. Ketika kita menghadapi kesulitan atau keraguan, mengingat bahwa kita berada di bawah pengawasan Sang Pencipta Yang Maha Tahu seharusnya menenangkan hati dan memotivasi kita untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.

Dengan memahami bahwa setiap atom di alam semesta dan setiap detak jantung kita adalah hasil ciptaan-Nya, dan bahwa Dia mengetahui setiap niat kita, maka kita didorong untuk hidup dalam kesadaran ilahi (taqwa) seumur hidup.

🏠 Homepage