Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Surah Bani Israil, adalah surat Makkiyah yang kaya akan hikmah dan pedoman hidup. Salah satu ayat penting yang sering disoroti karena relevansinya dengan etika ekonomi dan sosial adalah ayat ke-27.
Ayat ini memberikan peringatan keras dari Allah SWT terhadap perilaku boros atau israf. Kata "mubadzirīn" (المُبَذِّرِينَ) merujuk pada mereka yang menghambur-hamburkan harta, waktu, atau sumber daya secara sia-sia, tanpa tujuan yang jelas, dan melampaui batas kebutuhan yang wajar. Penegasan bahwa mereka adalah "saudara-saudara setan" menunjukkan betapa buruknya dampak perilaku ini dalam pandangan syariat.
Visualisasi konsep moderasi vs israf.
Korelasi antara boros dan setan ditekankan karena setan memiliki sifat dasar kufur (ingkar) terhadap nikmat dan karunia Allah. Allah menganugerahkan rezeki kepada manusia, baik itu berupa materi, waktu, kesehatan, maupun kesempatan. Menggunakan karunia tersebut secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab adalah bentuk ketidaksyukuran yang terselubung. Ini menunjukkan bahwa setan senang melihat manusia menyia-nyiakan potensi dan amanah yang diberikan Tuhan.
Dalam konteks modern, "pemborosan" tidak hanya terbatas pada pembuangan makanan atau uang tunai. Israf dapat meliputi:
Ayat ini tidak menganjurkan kekikiran (syuhh), melainkan menganjurkan sikap pertengahan atau moderasi, yang dalam Islam dikenal sebagai wasatiyah. Hal ini diperjelas oleh ayat-ayat berikutnya dalam surat yang sama (Al-Isra ayat 29).
Ayat 29 berbunyi: "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu membelanjakan), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal."
Kontras antara kekikiran dan pemborosan adalah dua kutub ekstrem yang harus dihindari. Seorang mukmin sejati adalah mereka yang mampu mengelola rezekinya dengan bijaksana: menggunakan secukupnya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, menyisihkan untuk kebutuhan sosial dan ibadah (sedekah), tanpa jatuh ke dalam sifat kikir yang menahan hak orang lain, dan tanpa larut dalam pemborosan yang menghina nikmat Tuhan.
Memahami Surat Al-Isra ayat 27 mengajarkan kita untuk menghargai setiap karunia. Ketika kita boros, kita menunjukkan ketidakdewasaan spiritual dan mengambil jalan yang dicontohkan oleh mereka yang ingkar kepada Tuhan. Sebaliknya, manajemen sumber daya yang baik adalah wujud nyata dari rasa syukur dan ketaatan.