Simbol Keseimbangan dan Perlindungan Kehidupan Rezeki Jiwa JANGAN HILANG

Kajian Mendalam Tentang Surat Al-Isra Ayat 31

Surat Al-Isra (atau dikenal juga sebagai Bani Israil) ayat 31 adalah salah satu landasan moral dan etika paling fundamental dalam Islam. Ayat ini secara tegas melarang umat Islam untuk membunuh anak-anak mereka karena takut akan kemiskinan. Ayat ini menegaskan tanggung jawab penuh Allah SWT atas rezeki setiap makhluk dan menuntut manusia untuk selalu bertawakal serta berusaha dengan cara yang benar.

"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar." (QS. Al-Isra [17]: 31)

Konteks Historis dan Pesan Universal

Ayat ini turun pada masa Jahiliyah, di mana praktik mengubur hidup-hidup bayi perempuan (wa'ad al-banat) karena berbagai alasan sosial dan ekonomi, termasuk kekhawatiran tidak mampu menafkahi, sudah mengakar kuat. Meskipun konteks utamanya menargetkan praktik keji tersebut, pesan moralitas yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan abadi.

Surat Al-Isra ayat 31 adalah penolakan keras terhadap praktik yang merendahkan nilai kemanusiaan dan kehidupan itu sendiri. Islam mengangkat derajat perempuan dan anak, menjadikannya amanah suci yang harus dijaga, bukan beban yang harus dihilangkan. Kekhawatiran akan masa depan ekonomi sering menjadi pemicu utama tindakan drastis, namun ayat ini memindahkan pusat kekhawatiran tersebut dari diri manusia kepada Allah SWT.

Tawakal yang Diiringi Ikhtiar

Poin kunci dari ayat ini terletak pada frasa: "Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu." Ini adalah pelajaran mendasar tentang konsep tauhid rububiyyah (keesaan Allah dalam mengatur dan memelihara alam semesta). Ketika seorang hamba memahami bahwa sumber rezeki tunggal adalah Allah, maka ketakutan akan kemiskinan akan berkurang secara signifikan.

Namun, ayat ini tidak serta-merta meniadakan tanggung jawab manusia untuk berusaha (ikhtiar). Islam mengajarkan keseimbangan sempurna: bertawakal penuh kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik yang diperintahkan. Jika manusia sudah berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal, maka hasil akhirnya diserahkan kepada ketetapan-Nya. Menghentikan kehidupan karena takut rezeki tidak cukup adalah bentuk ketidakpercayaan (suudzon) terhadap jaminan Allah.

Implikasi Etis dan Sosial

Dampak dari implementasi ayat ini sangat luas bagi struktur sosial dan etika keluarga:

Memahami 'Dosa yang Besar'

Penutup ayat, "Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar," menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran ini di mata syariat. Dosa yang digambarkan besar biasanya melibatkan pelanggaran terhadap hak-hak dasar yang ditetapkan langsung oleh Allah. Pembunuhan, terutama terhadap jiwa yang tak berdosa dan berada di bawah perlindungan orang tua, adalah pelanggaran terhadap kehendak ilahi dalam menjaga kelangsungan kehidupan.

Bagi umat Muslim kontemporer, relevansi Surat Al-Isra ayat 31 meluas hingga mencakup pencegahan aborsi yang dilakukan karena alasan ketakutan finansial atau sosial yang tidak dibenarkan syariat. Prinsipnya tetap sama: jangan pernah menyerahkan keputusan atas kehidupan makhluk ciptaan Allah hanya karena kekhawatiran duniawi yang sementara.

Kesimpulannya, ayat 31 Surat Al-Isra adalah mercusuar moralitas yang mengajarkan keimanan mutlak terhadap qadha dan qadar Allah terkait rezeki, sekaligus menuntut tanggung jawab penuh dalam memelihara amanah kehidupan yang telah dianugerahkan. Ini adalah ajaran tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan tawakal yang kokoh.

🏠 Homepage