Kandungan Utama Surat Al-Isra Ayat 1 sampai 10

Kemuliaan Perjalanan Ilahi

Visualisasi singkat tentang peristiwa Isra' Mi'raj

Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an yang mengandung banyak pelajaran penting mengenai akidah, sejarah kenabian, serta etika sosial. Sepuluh ayat pertama surat ini secara khusus menyoroti kemahabesaran Allah SWT, mukjizat perjalanan malam Nabi Muhammad SAW, serta peringatan keras kepada Bani Israil mengenai kehancuran yang akan menimpa mereka jika mereka melanggar janji dan hukum Allah.

Teks dan Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 1-10

Berikut adalah teks asli Arab beserta terjemahan dari sepuluh ayat pertama Surat Al-Isra:

1 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke MasjidilAqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

2 وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا

Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku."

3 ذُرِّيَّةَ مَنْ مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

(Keturunan) dari orang-orang yang Kami selamatkan bersama menaiki (bahtera) Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba yang sangat bersyukur.

4 وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di bumi ini pada dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar."

5 فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا

Maka apabila datang janji (perusakan) pertama dari keduanya, Kami datangkan atas kamu hamba-hamba Kami yang sangat keras pertempuran-Nya, lalu mereka merajalela di rumah-rumah kamu; dan itulah janji yang pasti terlaksana.

6 ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, dan Kami bantu kamu dengan harta benda dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya).

7 إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

Jika kamu berbuat baik, (maka) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) untuk dirimu juga. Dan apabila datang janji kedua (perusakan), (Kami datangkan musuh) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Baitul Maqdis) sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan segala sesuatu yang kamu kuasai dengan kebinasaan yang sehancur-hancurnya.

8 عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا ۚ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

Mudah-mudahan Tuhanmu akan merahmati kamu; dan jika kamu mengulangi (perbuatan dosa itu), niscaya Kami akan mengulangi (hukuman Kami) pula. Dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang kafir.

9 إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

10 وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

Makna Penting Sepuluh Ayat Pertama Al-Isra

Sepuluh ayat pertama Surat Al-Isra ini kaya akan hikmah yang mendalam. Ayat pertama, yang membuka surat ini, secara eksplisit menceritakan peristiwa luar biasa, yaitu Isra' (perjalanan malam) Nabi Muhammad SAW dari Masjidilharam di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Peristiwa ini merupakan penghormatan dan penegasan kenabian beliau, sekaligus menunjukkan keagungan Allah SWT yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar manusia. Masjidil Aqsa yang diberkahi menjadi titik penting dalam sejarah Islam.

Selanjutnya, ayat 2 hingga 8 berfokus pada Bani Israil (keturunan Nabi Ya’qub/Israel). Ayat-ayat ini mengingatkan mereka bahwa mereka telah dianugerahi kitab suci (Taurat) dan diperingatkan untuk tidak menyembah selain Allah (syirik). Allah SWT memperingatkan mereka akan dua kali kehancuran besar yang akan menimpa mereka akibat kerusakan, kesombongan, dan pelanggaran janji yang mereka lakukan di muka bumi. Kehancuran pertama dan kedua ini terbukti dalam sejarah ketika bangsa mereka dihancurkan oleh kekuatan asing yang sangat keras, seperti yang diturunkan oleh Allah SWT.

Pesan utama yang disampaikan adalah prinsip keadilan ilahi: "Jika kamu berbuat baik, (maka) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) untuk dirimu juga." Ini menunjukkan bahwa konsekuensi perbuatan, baik atau buruk, akan kembali kepada pelakunya sendiri, bukan hanya kepada Allah.

Ayat 9 dan 10 memberikan penutup yang tegas mengenai fungsi Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah petunjuk menuju jalan yang paling lurus (*aqwam*). Ia membawa kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengamalkan amal saleh, menjanjikan pahala yang besar. Sebaliknya, bagi mereka yang menolak iman kepada Hari Akhir, telah disiapkan azab yang pedih. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah jalan hidup yang komprehensif, menawarkan petunjuk duniawi dan balasan ukhrawi yang jelas.

Secara keseluruhan, bagian awal Al-Isra ini berfungsi sebagai pengingat historis tentang konsekuensi kedurhakaan, penguatan status kenabian Muhammad SAW melalui mukjizat Isra', dan penegasan bahwa Al-Qur'an adalah panduan utama menuju kebahagiaan abadi.

🏠 Homepage