Memahami Surat Al-Isra Ayat 9 hingga 12

Wahyu (Bimbingan)

Pendahuluan

Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Surat Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an yang kaya akan ajaran, nasihat, dan gambaran tentang masa depan umat manusia. Bagian ayat 9 hingga 12 secara khusus memberikan penekanan kuat pada buah dari amal shaleh, keutamaan Al-Qur'an sebagai petunjuk, serta konsekuensi dari perbuatan buruk dan bagaimana manusia memperlakukan waktu dan harta.

Ayat-ayat ini berfungsi sebagai pengingat penting bahwa tindakan kita di dunia akan menentukan nasib kita di akhirat. Mari kita telaah makna mendalam dari empat ayat kunci ini.

Ayat 9: Buah Amal Shaleh

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar." (QS. Al-Isra: 9)

Ayat 9 menegaskan fungsi primer Al-Qur'an, yaitu sebagai petunjuk menuju jalan yang paling lurus (aqwam), yaitu Islam. Lurus di sini berarti paling benar, paling adil, dan paling menguntungkan baik di dunia maupun akhirat. Ayat ini juga menjanjikan kabar gembira (yubashshir) berupa pahala besar bagi mereka yang tidak hanya membaca dan memahami ayat-ayat Allah, tetapi juga mengimplementasikannya dalam bentuk amal saleh. Amal saleh adalah penjelmaan iman yang benar.

Ayat 10: Sikap Terhadap Azab

وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

"Dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhir, Kami siapkan bagi mereka azab yang pedih." (QS. Al-Isra: 10)

Sebagai penyeimbang janji pahala, ayat 10 memberikan peringatan keras. Kunci pembeda antara penerima rahmat dan penerima siksa adalah keimanan terhadap Hari Akhir. Orang yang mengingkari hari pembalasan cenderung berbuat seenaknya di dunia karena menganggap hidup hanya sekali. Padahal, ketidaksiapan mereka menghadapi pertanggungjawaban akhirat telah disiapkan azab yang menyakitkan oleh Allah SWT.

Ayat 11: Memohon Kebaikan dan Ketakutan pada Kehancuran

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan; dan adalah manusia itu tergesa-gesa." (QS. Al-Isra: 11)

Ayat ini menyoroti sifat dasar manusia yang 'ajūl (tergesa-gesa) dan terkadang kurang bijaksana. Karena tergesa-gesa dalam menghadapi kesulitan, manusia sering kali memohon hal-hal buruk kepada Allah seolah-olah itu adalah kebaikan. Contohnya, ketika ditimpa musibah, ia berdoa agar musibah itu segera berakhir tanpa memikirkan hikmah di baliknya, padahal mungkin akhir yang buruk lebih menunggunya jika ia tetap berada dalam kesesatan. Ketergesaan ini membuatnya tidak sabar menunggu rahmat dan ujian yang bermanfaat.

Ayat 12: Fungsi Malam dan Siang

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua ayat (tanda kekuasaan), lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami jelaskan dengan serinci-rincinya." (QS. Al-Isra: 12)

Ayat 12 menjelaskan ciptaan alam sebagai sarana pembelajaran. Malam (ditandai dengan kegelapan, sebagai waktu istirahat) dan siang (ditandai dengan cahaya yang terang, sebagai waktu beraktivitas) adalah dua tanda kekuasaan Allah. Cahaya siang memungkinkan manusia untuk mencari rezeki (karunia Tuhan) dan menghitung waktu (kalender, tahun), yang penting untuk mengatur kehidupan duniawi. Keteraturan ini menunjukkan bahwa segala sesuatu dalam alam semesta telah diatur dan dijelaskan secara sempurna oleh Allah, mendorong manusia untuk beriman dan bersyukur.

Kesimpulan

Rangkaian Surat Al-Isra ayat 9 hingga 12 memberikan fondasi moral yang kuat. Ayat-ayat ini mendorong umat Islam untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai kompas utama, aktif dalam beramal saleh demi pahala besar, waspada terhadap konsekuensi pengingkaran akhirat, mengendalikan sifat tergesa-gesa dalam berdoa, serta memanfaatkan keteraturan waktu yang dianugerahkan Allah untuk mencari karunia-Nya. Keseimbangan antara pengabdian spiritual dan aktivitas duniawi yang teratur adalah kunci kehidupan yang diridhai.

🏠 Homepage