Surat Al-Isra' (Perjalanan Malam)

Transliterasi Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia

Surat Al-Isra', yang juga dikenal sebagai Bani Isra'il (Anak-anak Israel), adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an. Surat ini mengandung banyak pelajaran penting, termasuk kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, larangan syirik, etika berinteraksi dengan orang tua, dan peringatan tentang kesombongan serta pemborosan. Berikut adalah kutipan dari awal surat ini.

1 Subḥāna-llażī asrā bi‘abdihi lailam min al-masjidi al-ḥarāmi ilā al-masjidi al-aqṣā-llażī bāraknā ḥawlahu linuriyahu min āyātinā, innahu Huwal-Samī‘ul-Baṣīr.

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke MasjidilAqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

2 Wa ātaynā Mūsā al-Kitāba wa ja‘alnāhu hudan liBanī Isrā’īla allā tattakhidū min dūniy wakīlā.

Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."

3 Dhurriyyata man ma‘an Nūḥ, innahu kāna ‘abdan syakurā.

(Mereka adalah) keturunan orang-orang yang Kami selamatkan bersama menaiki (bahtera) Nuh. Sesungguhnya dia adalah seorang hamba (Allah) yang sangat bersyukur.

4 Wa qaḍaynā ilā Banī Isrā’īla fīl-Kitābi la-tusfidunna fil-arḍi marratain wa lata‘lunna ‘uluwwan kabīrā.

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu (Kami beritakan): "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan melampaui batas dengan kesombongan yang besar."

5 Fa iżā jā’a wa‘du-humā ba‘atnā ‘alaikum ‘ibādan lanā ulī ba’sin syadīd, fa-jasū dakhalūl-qurā, wa kāna wa‘dan maf‘ūlā.

Maka apabila datang saatnya janji (Allah) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan atas kamu hamba-hamba Kami yang sangat keras pertempuran dan siksaan-Nya, lalu mereka menjadi ancaman di antara rumah-rumah (kamu). Dan itulah janji yang pasti terlaksana.

6 Tsumma radadnā lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadnākum bi-amwālin wa banīna wa ja‘alnākum akṡara nafirā.

Kemudian Kami kembalikan kepada kamu kemenangan atas mereka, dan Kami bantu kamu dengan harta benda dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar (jumlahnya).

7 In aḥsantum aḥsantum li’anfusikum wa in asa’tum fa-lahā, fa-iżā jā’a wa‘dul-ākhiratu li-yasū’ū wujūhakum wa liyazdahū fīl-masjidi kamā dakhālūhu awwata wa liyutabbirū mā ‘alaw tatbīrā.

(Allah berfirman): "Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) untuk dirimu juga. Dan apabila datang saat janji yang kedua, (Kami datangkan musuh-musuh) untuk menjelekkan muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana mereka memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan segala sesuatu yang kamu kuasai dengan sehancur-hancurnya."

8 ‘Asā rabbukum ay yarḥamakum, wa in ‘udtum ‘udnā, wa ja‘alnā Jahannama lil-kāfirīna naṣīrā.

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu; dan jika kamu mengulangi (perbuatan dosa itu), maka Kami pun akan mengulanginya. Dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.

Pelajaran Penting dari Al-Isra

Surat Al-Isra' mencakup ayat-ayat yang sangat fundamental dalam ajaran Islam. Ayat pertama, yang menceritakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW, adalah mukjizat yang membuktikan kebesaran Allah SWT dan kedudukan tinggi Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat selanjutnya memberikan peringatan keras kepada Bani Israil mengenai perilaku mereka yang seringkali melanggar janji dan cenderung durhaka setelah menerima rahmat.

Peringatan ini bersifat universal; Allah mengingatkan umat manusia bahwa kebaikan dan kejahatan akan kembali kepada pelakunya sendiri. Jika kita berbuat baik, manfaatnya kembali pada diri kita, begitu pula sebaliknya. Ayat 8 menegaskan harapan akan rahmat Allah, namun juga ancaman hukuman jika kita terus menerus mengulangi kesalahan.

Lebih jauh lagi, surat ini sarat dengan perintah moral, seperti larangan membunuh anak karena takut miskin (ayat 31), larangan mendekati zina (ayat 32), perintah berlaku adil (ayat 35), dan etika dalam bertransaksi. Membaca dan merenungkan terjemahan ini membantu umat Muslim memperkuat akidah serta memperbaiki akhlak sehari-hari.

🏠 Homepage