Surat Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", adalah salah satu surat Madaniyah yang kaya akan kisah-kisah penting umat terdahulu, terutama Bani Israil. Ayat 114 ini merupakan puncak dari sebuah narasi dramatis yang melibatkan Nabi Isa Al-Masih AS dan para pengikutnya (Hawariyyin).
Konteks historis ayat ini adalah permintaan mendesak dari para pengikut Nabi Isa. Setelah Nabi Isa menyampaikan risalah dan menunjukkan berbagai mukjizat, segolongan dari mereka merasa butuh bukti yang lebih nyata dan material sebagai penguat iman, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok. Mereka meminta diturunkannya hidangan makanan langsung dari langit. Permintaan ini tercatat dalam Al-Qur'an sebagai salah satu ujian besar bagi Bani Israil.
Permintaan ini bukanlah sekadar rasa lapar biasa, melainkan sebuah permohonan yang memiliki dimensi spiritual yang mendalam, karena mereka meminta makanan tersebut dijadikan sebagai 'Eid' (hari raya atau peringatan).
Ayat ini memuat lima poin utama dalam doa Nabi Isa AS:
Kisah ini mengajarkan umat Islam tentang etika dalam meminta kepada Allah. Nabi Isa mengajukan permintaan tersebut dengan adab yang tinggi, memuji Allah terlebih dahulu dan menjelaskan tujuan spiritual dari permintaannya. Ini berbeda dengan sikap Bani Israil di ayat sebelumnya yang justru menolak beriman meski telah menerima banyak mukjizat.
Setelah doa ini dipanjatkan, Allah SWT mengabulkannya (sebagaimana dijelaskan di ayat 115). Namun, hikmah dari pengabulan tersebut adalah adanya batasan dan konsekuensi. Allah menegaskan bahwa rezeki tersebut akan menjadi peringatan, dan barangsiapa di antara mereka yang kafir setelah itu, Allah akan memberikan azab yang pedih. Hal ini menunjukkan bahwa nikmat besar yang datang dari Allah seringkali disertai dengan tanggung jawab besar untuk bersyukur dan menjaga keimanan.
Surat Al-Maidah ayat 114 adalah pengingat bahwa meskipun kita harus berusaha mencari rezeki, kita harus selalu menggantungkan harapan tertinggi kepada Allah sebagai sumber segala kehidupan, serta menjadikan setiap nikmat sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita.