Tafsir Ringkas Surat Al-Maidah Ayat 1-120

Keseimbangan dan Ketetapan Ilahi Al-Maidah

Surat Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", adalah surat ke-5 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat ini kaya akan hukum-hukum syariat, perjanjian-perjanjian, dan kisah-kisah penting, termasuk kisah turunnya hidangan dari langit kepada kaum Nabi Isa AS.

Fokus utama pada ayat 1 hingga 120 mencakup penegasan kewajiban memegang teguh janji (akad), kehalalan makanan, aturan berburu saat ihram, hukum qisas (balasan setimpal), serta kisah perselisihan antara Ahli Kitab dan penegasan risalah Nabi Muhammad SAW.

Ayat-Ayat Penting dan Penjelasannya

Ayat 1-5: Kepenuhan Janji dan Kehalalan Makanan

(1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ...

Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk menepati segala janji dan akad yang telah mereka buat, baik janji kepada Allah maupun janji antar sesama manusia. Ayat ini menjadi dasar utama pentingnya integritas dan tanggung jawab. Setelah itu, dijelaskan bahwa binatang ternak halal dimakan kecuali yang disebutkan haram, dan hukum mengenai perburuan saat sedang berihram Haji atau Umrah. Puncaknya, ayat 3 menegaskan kesempurnaan agama Islam setelah selesainya penyempurnaan nikmat Allah.

Ayat 6: Hukum Wudhu dan Tayamum

(6) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ...

Ayat ini adalah landasan utama tata cara bersuci (wudhu) sebelum melaksanakan salat. Dijelaskan secara rinci anggota tubuh mana yang wajib dibasuh. Jika tidak ada air atau karena uzur, diperbolehkan melakukan tayammum dengan debu yang suci. Ayat ini juga menegaskan bahwa jika seseorang sudah berwudhu sempurna, ia tidak perlu mengulanginya kecuali batal.

Ayat 32: Keagungan Hidup dan Pembunuhan

(32) مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا...

Ayat yang sangat agung ini menjelaskan betapa besarnya dosa membunuh satu jiwa yang tidak bersalah; perbuatan itu disamakan dengan membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya, menyelamatkan satu nyawa disamakan dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kehidupan.

Ayat 48: Mengadili dengan Al-Qur'an

(48) وَأَنزِلْ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ...

Ayat ini menetapkan Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir yang membenarkan dan mengawasi kitab-kitab sebelumnya. Perintah tegas diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk memutuskan perkara di antara manusia berdasarkan hukum yang diturunkan Allah, dan melarang mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari kebenaran.

Ayat 51: Larangan Ta’aluf (Berkawan Karib) dengan Non-Muslim

(51) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ...

Ayat ini memberikan peringatan keras bagi kaum beriman agar tidak menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung atau pemimpin utama (awliya') dalam urusan agama dan pertahanan negara, karena mereka saling melindungi satu sama lain dari kaum Muslimin. Peringatan ini muncul karena adanya pengkhianatan dan permusuhan yang nyata terhadap Islam pada masa itu. Namun, pengecualian diberikan bagi yang tidak memusuhi dan berlaku adil.

Ayat 110-120: Mukjizat Nabi Isa dan Kedudukan Nabi Muhammad

Bagian akhir surat ini kembali menyoroti kisah Nabi Isa AS, terutama mukjizat yang diberikan Allah kepadanya, seperti menghidupkan orang mati dengan izin Allah dan menurunkan hidangan (Al-Maidah). Setelah menjelaskan sejarah para nabi, ayat 118 dan 119 memuat dialog antara Allah dan Nabi Isa pada Hari Kiamat. Allah bertanya apakah Nabi Isa pernah memerintahkan umatnya menyembah dirinya dan ibunya. Nabi Isa dengan tegas menolak tuduhan tersebut, menegaskan bahwa ia hanya mengajak mereka beribadah kepada Allah semata. Ini menjadi penutup yang menguatkan prinsip Tauhid yang diusung oleh seluruh risalah para Nabi.

Penjelasan di atas adalah ringkasan singkat dari kekayaan makna yang terkandung dalam Surat Al-Maidah ayat 1 hingga 120. Setiap ayat membawa tuntunan hukum, etika, dan aqidah yang mendalam bagi kehidupan seorang Muslim.

🏠 Homepage