Panduan Bersuci: Al-Ma'idah Ayat 6-10

Latar Belakang Ayat

Surat Al-Ma'idah (Hidangan) adalah surat Madaniyah yang kaya akan hukum-hukum syariat, terutama yang berkaitan dengan makanan, ibadah, dan muamalah. Ayat 6 hingga 10 adalah salah satu landasan utama dalam Islam mengenai tata cara bersuci, khususnya tentang wudhu (bersuci dengan air) dan tayamum (bersuci dengan debu suci) ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa kebersihan adalah syarat sahnya shalat dan ibadah lainnya.

Ilustrasi Wudhu dan Tayamum Sketsa dua tangan yang sedang berwudhu dan dua tangan lain yang menepuk debu (tayamum). WUDHU TAYAMUM Menepuk Debu

Teks dan Terjemahan Al-Ma'idah Ayat 6-10

QS. Al-Ma'idah Ayat 6 (Aturan Wudhu dan Tayamum)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهُرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Dan jika kamu dalam keadaan junub, mandilah (bersuci). Dan jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, atau kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah tersebut. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

QS. Al-Ma'idah Ayat 7 (Janji Allah dan Peringatan)

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُم بِهِ إِذْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Terjemahan: Dan ingatlah nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepadamu, dan perjanjian-Nya yang telah ditegaskan-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. Al-Ma'idah Ayat 8 (Keadilan dan Kebencian)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan (sebagai) saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika yang seorang kaya atau yang lain miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan mereka berdua. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu untuk menyimpang dari keadilan. Dan jika kamu memutarbalikkan kata-kata (keterangan) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

QS. Al-Ma'idah Ayat 9 (Pahala Kesabaran dan Keimanan)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Terjemahan: Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.

QS. Al-Ma'idah Ayat 10 (Konsekuensi Kekafiran)

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Terjemahan: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Kajian Mendalam: Kemudahan dalam Ibadah (Ayat 6)

Ayat 6 Surat Al-Ma'idah adalah pilar penting dalam fiqih Islam yang menunjukkan bahwa syariat ini dibangun di atas prinsip taysir (kemudahan) dan penghapusan haraj (kesulitan). Allah SWT memerintahkan untuk berwudhu ketika hendak shalat. Rinciannya sangat jelas: membasuh wajah, tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki sampai mata kaki. Ini adalah standar utama kesucian ritual (thaharah).

Namun, ayat ini segera memberikan solusi bagi kondisi darurat. Jika seseorang berhalangan (sakit, safar, atau baru selesai buang hajat/berhubungan suami istri) dan tidak menemukan air, maka Allah menyediakan substitusi yang mulia: Tayamum. Tayamum, yang dilakukan dengan debu suci, menegaskan fleksibilitas agama. Tujuannya bukan sekadar ritualistik, melainkan penyempurnaan nikmat dan pembersihan diri. Hal ini menghilangkan beban jika air langka atau membahayakan.

Pesan Moral dan Sosial (Ayat 7-10)

Setelah membahas ibadah fisik (thaharah), ayat-ayat berikutnya beralih ke dimensi moral dan sosial. Ayat 7 mengingatkan umat Islam untuk selalu mengingat janji setia mereka kepada Allah (Sami'na wa Atha'na - kami dengar dan kami taat) dan menjaga ketakwaan.

Ayat 8 adalah perintah fundamental tentang keadilan. Seorang Muslim harus menjadi penegak keadilan (qawwaman lil-lah), bahkan jika keadilan itu harus merugikan diri sendiri, orang tua, atau kerabat dekat. Ayat ini secara tegas melarang kebencian terhadap suatu kaum dijadikan alasan untuk berlaku tidak adil. Keadilan (al-'adl) didefinisikan sebagai hal yang paling dekat dengan takwa.

Dua ayat penutup (9 dan 10) memberikan konsekuensi dari pilihan hidup:

Secara keseluruhan, rangkaian ayat 6 sampai 10 ini menyajikan panduan utuh: kebersihan fisik (wudhu/tayamum) adalah kunci pembuka ibadah, sementara kebersihan moral (keadilan, ketaatan, dan ketakwaan) adalah penentu hasil akhir kehidupan di akhirat.

🏠 Homepage