Surat Al-Hijr (secara harfiah berarti 'Bukit Batu') adalah surat ke-15 dalam susunan mushaf Al-Qur'an, yang terdiri dari 99 ayat. Surat ini termasuk golongan Makkiyah, diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Nama surat ini diambil dari kisah kaum Tsamud yang tinggal di wilayah Al-Hijr, tempat Nabi Shalih AS diutus.
Membaca terjemahan surat ini memberikan wawasan mendalam mengenai tema-tema utama yang dibahas, termasuk keagungan Allah SWT, kisah para nabi terdahulu, pentingnya menjaga iman, serta ancaman bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat-Nya. Berikut adalah bagian-bagian penting dari terjemahan surat Al-Hijr.
Surat ini dibuka dengan penekanan pada kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu yang nyata. Ayat-ayat awal menegaskan bahwa orang-orang kafir sering kali berharap sekiranya mereka menjadi Muslim, suatu penyesalan yang tidak akan berguna di hari penghakiman.
Ayat-ayat ini juga mengandung janji perlindungan bagi Nabi Muhammad SAW dari ejekan orang-orang yang meragukan risalahnya. Allah menegaskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta segala isinya adalah bukti kekuasaan-Nya.
Pada bagian ini, terdapat dialog yang mengisyaratkan dialog antara Allah dengan para malaikat mengenai penciptaan Adam, sebagai manusia pertama. Kisah penciptaan Adam menjadi penegasan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat kering yang dibentuk oleh Allah SWT.
Ayat-ayat selanjutnya merinci kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan ukuran tertentu, dan menciptakan setiap makhluk hidup secara berpasangan.
Bagian ini memuat kisah dramatis tentang penciptaan Adam dan penolakan Iblis untuk bersujud kepadanya. Penolakan ini didasarkan pada kesombongan Iblis yang merasa lebih mulia karena diciptakan dari api, sementara Adam dari tanah. Kisah ini menjadi pelajaran abadi tentang bahaya kesombongan dan ketidakpatuhan.
Iblis kemudian diusir dan bersumpah akan menyesatkan seluruh manusia kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Ayat 42 menegaskan janji Allah: "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak mempunyai kekuasaan atas mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu dari golongan yang sesat."
Setelah membahas kisah Iblis, Allah SWT menyebutkan balasan yang disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu taman-taman surga yang penuh kenikmatan. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad SAW dan pengingat bagi umatnya tentang pahala ketaatan.
Surat Al-Hijr juga menyajikan kisah kedatangan malaikat sebagai tamu Nabi Ibrahim AS. Mereka membawa kabar gembira tentang kelahiran Ishaq, meskipun Ibrahim dan istrinya telah sangat tua. Namun, kemudian malaikat tersebut melanjutkan perjalanan untuk membinasakan kaum Nabi Luth AS sebagai hukuman atas kemaksiatan mereka.
Di ayat-ayat ini, Allah mengingatkan tentang kehancuran kaum Tsamud, yang tinggal di daerah Al-Hijr. Mereka diingatkan oleh Nabi Shalih AS, namun mereka memilih untuk membuat pemukiman di gunung-gunung yang kokoh, sebuah kesombongan yang berujung pada azab. Ini adalah pengingat bahwa benteng terkuat pun tidak akan menyelamatkan dari ketetapan Allah.
Penutup surat ini kembali menegaskan bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala isinya bukanlah permainan, melainkan diciptakan dengan tujuan yang hakiki (benar). Allah SWT juga memberikan perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk bersabar dan terus berdakwah.
Secara keseluruhan, terjemahan Surat Al-Hijr adalah sebuah teks yang kaya akan pelajaran tauhid, kisah teladan para nabi, serta peringatan keras bagi mereka yang berpaling dari petunjuk Ilahi. Surat ini mengajak pembaca untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta dan pentingnya bersyukur atas nikmat iman.