Terjemahan: Maha Suci (Allah) Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-MasjidilAqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ayat pertama ini menjelaskan peristiwa Isra' Mi'raj. Kata "Subhan" menunjukkan pensucian mutlak Allah dari segala kekurangan. Perjalanan malam ini adalah mukjizat luar biasa yang dimulai dari Mekkah menuju Baitul Maqdis (Al-Aqsa di Yerusalem), menegaskan kebesaran dan pengawasan ilahi.
Terjemahan: Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."
Setelah menyebutkan kebesaran-Nya melalui Isra', Allah mengingatkan Bani Israil tentang anugerah Taurat kepada Nabi Musa AS. Inti pesannya adalah Tauhid (mengesakan Allah) dan larangan keras untuk menjadikan selain-Nya sebagai pelindung atau penolong utama.
Terjemahan: (Mereka adalah) keturunan orang-orang yang Kami selamatkan bersama menantang Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang sangat bersyukur.
Ayat ini menegaskan bahwa Bani Israil yang dimaksud adalah keturunan orang-orang yang diselamatkan bersama Nabi Nuh AS dari banjir besar. Pengukuhan Nabi Nuh sebagai "hamba yang sangat bersyukur" menjadi teladan bagi umat manusia, termasuk Bani Israil, tentang pentingnya rasa syukur kepada Allah.
Terjemahan: Dan telah Kami tetapkan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di bumi (Al-Quds) sebanyak dua kali dan pasti kamu akan berlaku sombong dengan kesombongan yang besar."
Ini adalah pemberitahuan profetik tentang dua kali kehancuran besar yang akan menimpa Bani Israil akibat pelanggaran mereka terhadap janji Taurat dan perbuatan maksiat. "Uluwwan kabeera" merujuk pada keangkuhan, penindasan, dan pembangkangan yang melampaui batas.
Terjemahan: Maka apabila datang janji (pelaksanaan hukuman) pertama dari keduanya, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang sangat keras peperangan mereka, lalu mereka merasuk ke dalam rumah-rumah (negeri kamu); dan itulah janji yang pasti terlaksana.
Ayat ini menjelaskan realisasi dari janji hukuman pertama. Allah akan mengirimkan musuh yang kuat ("'ibadan lana") untuk menghancurkan dan memasuki setiap sudut permukiman mereka sebagai balasan atas kerusakan dan kesombongan yang mereka lakukan. Ini menunjukkan bahwa setiap perbuatan buruk pasti memiliki konsekuensi ilahi yang nyata.
Demikianlah terjemahan singkat dan ringkasan tafsir awal dari Surat Al-Isra, yang kaya akan pelajaran sejarah umat terdahulu dan prinsip keimanan fundamental.