Ketika membahas alat ukur suhu, termometer air raksa adalah salah satu jenis yang paling dikenal dan pernah sangat umum digunakan. Meskipun kini banyak alternatif yang lebih modern, pemahaman mengenai termometer air raksa tetap relevan karena kontribusinya dalam sejarah pengukuran suhu dan prinsip kerjanya yang mendasar. Alat ini mengandalkan sifat fisik air raksa untuk menunjukkan tingkat panas atau dingin suatu benda, objek, atau lingkungan.
Ilustrasi sederhana termometer air raksa menunjukkan kolom cairan yang naik seiring kenaikan suhu.
Secara definitif, termometer air raksa adalah sebuah alat ukur suhu yang menggunakan logam cair bernama air raksa (merkuri) sebagai medium pengukur. Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang di dalamnya terdapat reservoir kecil berisi air raksa. Di atas reservoir ini, terdapat sebuah kapiler sempit yang menjadi jalur naik atau turunnya kolom air raksa. Skala suhu, biasanya dalam derajat Celsius atau Fahrenheit, terukir pada permukaan tabung kaca di samping kapiler.
Prinsip dasar termometer air raksa sangat sederhana: air raksa memiliki sifat pemuaian termal yang signifikan. Ketika suhu meningkat, air raksa di dalam reservoir akan memuai dan naik melalui kapiler. Sebaliknya, ketika suhu menurun, air raksa akan menyusut dan turun kembali. Ketinggian kolom air raksa yang terlihat pada skala inilah yang merepresentasikan suhu saat itu. Keunggulan utama air raksa sebagai pengisi termometer adalah:
Pengembangan termometer dimulai pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Alat ukur suhu pertama yang sering disebut adalah termokopel oleh Sir Isaac Newton, namun termometer yang menggunakan cairan (seperti air atau alkohol) baru berkembang pesat setelah penemuan termometer merkuri oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada awal abad ke-18. Fahrenheit menggunakan air raksa karena kelebihannya yang telah disebutkan. Termometer air raksa kemudian menjadi standar untuk pengukuran suhu, baik dalam penelitian ilmiah, industri, maupun penggunaan medis selama berabad-abad. Penggunaan termometer air raksa dalam pengukuran suhu tubuh menjadi sangat umum hingga pertengahan abad ke-20.
Menggunakan termometer air raksa memerlukan sedikit kehati-hatian, terutama untuk jenis termometer medis.
Termometer jenis ini biasanya lebih sederhana. Cukup letakkan atau gantungkan di tempat yang suhunya ingin diukur dan tunggu beberapa saat hingga kolom air raksa stabil sebelum membaca skalanya.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, termometer air raksa adalah alat yang mengandung merkuri, sebuah elemen yang bersifat toksik. Kerusakan pada tabung kaca dapat menyebabkan kebocoran merkuri, yang memerlukan penanganan khusus untuk mencegah paparan. Karena risiko ini, banyak negara telah membatasi atau melarang penggunaan termometer air raksa, terutama untuk keperluan medis.
Saat ini, telah tersedia berbagai alternatif yang lebih aman dan praktis, seperti:
Kesimpulannya, termometer air raksa adalah alat penting dalam sejarah pengukuran suhu. Memahami cara kerja dan penggunaannya memberikan wawasan berharga tentang fisika pemuaian. Namun, demi keamanan dan kemudahan, beralih ke alternatif digital atau inframerah adalah pilihan yang semakin disukai di era modern ini.