Visualisasi Urutan Surah
Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, tersusun secara sistematik dalam 114 surah. Memahami posisi atau urutan surah Al Zalzalah bukan sekadar pengetahuan hafalan, melainkan juga bagian dari memahami konteks dan kronologi turunnya wahyu serta penempatan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW.
Surah Al-Zalzalah memiliki nama lengkap "Idza Zilzalatil Ardhu" (Apabila Bumi Diguncang). Surah ini adalah pengingat kuat akan hari kiamat dan pertanggungjawaban amal perbuatan manusia. Namun, di mana posisinya di antara surah-surah lainnya?
Surah Al-Zalzalah adalah surah ke-99 dalam susunan mushaf Al-Qur'an standar yang kita kenal saat ini. Secara kategorisasi, surah ini termasuk dalam kelompok surah Makkiyah, yang berarti ayat-ayatnya diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Meskipun demikian, penempatan terakhirnya (ke-99) sangat signifikan.
Untuk menempatkan Al-Zalzalah (Surah ke-99) dalam konteks, penting untuk melihat surah-surah yang mengapitnya. Susunan ini bersifat tauqifi, yakni ditetapkan langsung oleh Allah melalui Rasulullah SAW, dan bukan disusun berdasarkan urutan turunnya ayat.
Perlu dicatat bahwa surah-surah pendek yang membahas tentang akhirat, kiamat, dan hari pembalasan seringkali ditempatkan berdekatan di bagian akhir Al-Qur'an, yaitu dalam Juz 'Amma atau mendekati akhir mushaf. Surah Al-Zalzalah, dengan deskripsi guncangan bumi yang dahsyat, sangat cocok diletakkan bersama surah-surah yang membahas tanda-tanda akhir zaman.
Meskipun urutan penulisan dalam mushaf tidak sama dengan urutan pewahyuan (kronologi pewahyuan), penempatan surah ke-99 ini memiliki hikmahnya sendiri. Surah-surah di bagian akhir Al-Qur'an cenderung lebih fokus pada peringatan (wa'd dan wa'id), keesaan Allah, dan gambaran akhirat.
Surah Al-Zalzalah hanya terdiri dari delapan ayat, namun padat makna. Ayat pertama langsung membahas goncangan dahsyat (Zalzalah) yang akan terjadi pada hari kiamat. Setelah itu, surah ini menjelaskan bagaimana bumi akan mengeluarkan segala isinya, dan manusia akan bertanya, "Ada apa dengan bumi ini?" Jawaban atas pertanyaan itu terletak pada kesaksian bumi atas perbuatan yang telah dilakukan manusia di atasnya.
Oleh karena itu, ketika kita mempelajari urutan surah Al Zalzalah, kita tidak hanya menghafal angka 99, tetapi kita juga sedang memasuki fase peringatan keras tentang keadilan mutlak Allah. Surah ini mengingatkan bahwa sekecil apapun amal, baik atau buruk, akan diperhitungkan dan ditampakkan.
Sebagai penutup pemahaman konteks, penting untuk membedakan antara urutan yang ada di mushaf (seperti urutan surah Al Zalzalah adalah 99) dengan urutan turunnya. Secara kronologis pewahyuan, Al-Zalzalah diperkirakan turun setelah Surah An-Nisa dan sebelum Surah Al-Hadid. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an disusun oleh Allah bukan berdasarkan waktu kejadian, tetapi berdasarkan tujuan penekanan pesan dan kesinambungan tema antar surah yang berdekatan dalam susunan akhir.
Singkatnya, posisi Al-Zalzalah yang berada di nomor 99 dalam mushaf adalah posisi yang telah ditetapkan secara ilahi, menjadikannya bagian penting dari narasi besar Al-Qur'an sebelum memasuki surah-surah penutup yang ringkas dan penuh peringatan.