Representasi visual dari simbol kimia air raksa (Hg).
Ketika berbicara tentang unsur-unsur kimia, satu yang sering menarik perhatian karena sifatnya yang tidak biasa adalah air raksa. Pertanyaan "air raksa adalah apa?" sering muncul, dan jawabannya terletak pada definisinya sebagai satu-satunya unsur logam yang berwujud cair pada suhu dan tekanan standar. Sifat unik ini membuatnya berbeda dari mayoritas logam lain yang cenderung padat.
Air raksa, dengan simbol kimia Hg dan nomor atom 80, merupakan logam transisi yang termasuk dalam golongan 12 tabel periodik. Namanya dalam bahasa Inggris, mercury, berasal dari dewa Romawi Merkurius, yang dikenal karena kecepatannya. Sifat cairnya pada suhu ruangan (sekitar 25°C) adalah atribut yang paling menonjol. Titik lelehnya sangat rendah, yaitu -38.83 °C, dan titik didihnya adalah 356.73 °C.
Secara fisik, air raksa murni adalah logam berwarna perak pucat yang mengkilap. Ia memiliki tegangan permukaan yang sangat tinggi, yang menjelaskan mengapa tetesan air raksa cenderung membentuk bola-bola kecil dan tidak menyebar. Sifat ini juga membuatnya sulit untuk dibersihkan jika tumpah, karena tetesannya bisa pecah menjadi tetesan yang lebih kecil yang menyebar ke area yang luas. Kepadatannya juga cukup tinggi, sekitar 13.5 kali lebih padat daripada air.
Dalam hal reaktivitas kimia, air raksa relatif kurang reaktif dibandingkan banyak logam lainnya. Ia tidak bereaksi dengan udara atau uap air pada suhu kamar. Namun, ia dapat bereaksi dengan sulfur dan halogen, dan pada suhu tinggi, ia dapat bereaksi dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrat. Air raksa membentuk paduan dengan banyak logam lain, yang dikenal sebagai amalgam. Amalgam ini telah digunakan secara historis dalam berbagai aplikasi, termasuk pengisian gigi (meskipun sekarang semakin jarang digunakan karena kekhawatiran kesehatan).
Air raksa tidak ditemukan dalam bentuk murni di alam. Ia biasanya terdapat dalam bentuk senyawa, yang paling umum adalah sinabar (cinnabar), sebuah mineral berwarna merah terang yang merupakan belerang air raksa (HgS). Sinabar sering ditambang di daerah-daerah seperti Spanyol, Aljazair, Kirgistan, dan Filipina. Proses ekstraksi air raksa dari sinabar melibatkan pemanasan mineral dalam aliran udara, yang mengubah belerang air raksa menjadi logam air raksa murni dan sulfur dioksida.
Penting untuk dicatat: Meskipun memiliki sifat yang menarik, air raksa adalah logam berat yang beracun. Paparan terhadap uap air raksa dapat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, penanganan dan pembuangannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Sejarah penggunaan air raksa sangat panjang, membentang ribuan tahun. Peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Cina telah menggunakan air raksa dalam berbagai cara, mulai dari kosmetik, obat-obatan tradisional, hingga proses metalurgi.
Dalam dunia modern, sebelum kesadaran akan toksisitasnya meningkat, air raksa memiliki berbagai aplikasi industri dan medis yang signifikan:
Namun, seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang bahaya kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan oleh air raksa, banyak dari aplikasi ini telah berkurang atau digantikan oleh alternatif yang lebih aman. Penggunaan air raksa dalam termometer medis dan pengisi gigi telah sangat dibatasi di banyak negara. Regulasi internasional seperti Konvensi Minamata tentang Air Raksa bertujuan untuk mengurangi emisi dan pelepasan air raksa ke lingkungan.
Air raksa adalah neurotoksin yang kuat. Paparan dapat terjadi melalui inhalasi uapnya, konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, atau kontak kulit. Anak-anak dan janin yang sedang berkembang sangat rentan terhadap efek buruk air raksa.
Di lingkungan, air raksa dapat menguap dan menyebar melalui atmosfer sebelum mengendap ke dalam tanah dan air. Dalam lingkungan air, bakteri dapat mengubah air raksa anorganik menjadi metilmerkurium, bentuk organik yang sangat beracun dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan, terutama pada ikan besar. Konsumsi ikan yang terkontaminasi metilmerkurium adalah salah satu jalur paparan utama bagi manusia.
Jadi, air raksa adalah unsur logam yang luar biasa, terutama karena kemampuannya untuk tetap cair pada suhu standar. Sifat uniknya telah dimanfaatkan dalam berbagai teknologi selama berabad-abad. Namun, ia juga merupakan zat yang sangat beracun, yang memerlukan kehati-hatian ekstrem dalam penanganan dan pembuangan. Upaya global terus dilakukan untuk meminimalkan pelepasan air raksa ke lingkungan, demi melindungi kesehatan manusia dan ekosistem kita dari dampak negatifnya. Pemahaman yang lebih baik tentang air raksa dan sifat-sifatnya adalah langkah penting dalam mengelola risikonya secara efektif.