Ilustrasi skematis akar kacang hijau yang kaya bintil akar.
Kacang hijau (*Vigna radiata*) adalah tanaman polong-polongan yang sangat populer di Asia Tenggara karena kecepatan panennya dan kandungan gizinya yang tinggi. Meskipun seringkali kita hanya berfokus pada bijinya yang menjadi bahan utama bubur atau ta’jil, bagian tanaman yang tidak kalah penting—dan krusial bagi ekosistem pertanian—adalah **akar kacang hijau**.
Akar tanaman kacang hijau memiliki struktur yang umum dimiliki oleh famili Leguminosae (polong-polongan). Fungsi utama akar adalah jangkar fisik dan penyerapan air serta nutrisi dari tanah. Namun, keistimewaan akar kacang hijau terletak pada kemampuannya untuk bersimbiosis dengan mikroorganisme tanah, khususnya bakteri penambat nitrogen.
Bintil Akar (Nodul): Inilah rahasia terbesar akar kacang hijau. Bintil akar adalah struktur khusus yang terbentuk akibat interaksi antara akar kacang hijau dengan bakteri Rhizobium. Di dalam bintil inilah proses fiksasi nitrogen atmosfer menjadi amonium terjadi, bentuk nitrogen yang dapat diserap langsung oleh tanaman.
Tanpa kemampuan menambat nitrogen ini, kacang hijau (dan tanaman polong lainnya) akan sangat bergantung pada pupuk nitrogen sintetis. Namun, karena adanya simbiosis ini, kacang hijau berperan sebagai "penyedia pupuk alami" bagi dirinya sendiri dan tanaman lain yang tumbuh setelahnya.
Setelah tanaman kacang hijau dipanen, sisa-sisa akar dan bintilnya akan membusuk di dalam tanah. Proses dekomposisi ini melepaskan nitrogen yang telah difiksasi kembali ke dalam tanah. Inilah mengapa kacang hijau sering dijadikan tanaman rotasi atau tanaman sela (intercropping) pada sistem pertanian berkelanjutan. Tanah yang sebelumnya ditanami kacang hijau akan memiliki kandungan nitrogen yang lebih baik untuk tanaman berikutnya, seperti padi atau jagung, mengurangi kebutuhan petani akan pupuk kimia.
Jaringan akar yang menyebar membantu mengikat partikel-partikel tanah. Pada lahan pertanian yang rentan terhadap erosi, terutama pada lereng atau setelah hujan deras, keberadaan akar yang padat dapat meminimalkan pergerakan tanah. Meskipun bukan tanaman penutup tanah terbaik, akar kacang hijau tetap memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga integritas struktur tanah.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari akar kacang hijau, terutama dalam konteks kesuburan tanah, praktik budidaya yang mendukung perkembangan bintil akar sangatlah penting. Pertumbuhan bintil akar dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan:
Ketika kondisi lingkungan mendukung, tanaman kacang hijau akan membentuk bintil akar dalam jumlah banyak. Bintil-bintil ini, yang tampak seperti benjolan kecil berwarna merah muda atau coklat muda saat dipotong, adalah pabrik nitrogen mikro yang bekerja tanpa henti selama siklus hidup tanaman tersebut. Oleh karena itu, ketika kita membicarakan keberlanjutan pertanian, akar kacang hijau pantas mendapatkan sorotan lebih besar, bukan hanya bijinya.