Ilustrasi Kontrol dan Durasi
Masalah ejakulasi dini (ED) adalah hal yang umum dialami oleh banyak pria, namun hal ini dapat menimbulkan frustrasi dalam kehidupan seksual. Kabar baiknya, ada banyak strategi dan teknik yang terbukti efektif untuk membantu pria mengontrol ejakulasi sehingga durasi hubungan intim dapat meningkat. Memahami akar masalah dan menerapkan metode yang tepat adalah kunci untuk mencapai kepuasan seksual yang lebih baik bagi kedua belah pihak.
Sebelum mencari solusi, penting untuk mengetahui mengapa ejakulasi terjadi terlalu cepat. Penyebabnya seringkali multifaktorial, meliputi aspek psikologis dan fisiologis. Faktor psikologis seperti kecemasan akan kinerja, stres, atau adanya masalah hubungan seringkali menjadi pemicu utama. Sementara itu, faktor fisiologis bisa meliputi sensitivitas penis yang berlebihan, ketidakseimbangan neurotransmitter, atau masalah kesehatan tertentu.
Dua teknik perilaku berikut ini adalah fondasi utama dalam melatih kontrol ejakulasi dan sangat cocok dipraktikkan saat masturbasi terlebih dahulu sebelum diterapkan dalam hubungan seksual sesungguhnya:
Otot dasar panggul, terutama otot pubococcygeus (PC), memainkan peran penting dalam mengontrol ejakulasi. Penguatan otot-otot ini dapat memberikan kendali yang lebih besar:
Melakukan latihan Kegel secara rutin dapat meningkatkan stamina dan kemampuan menahan ejakulasi secara signifikan seiring berjalannya waktu.
Perubahan fokus selama hubungan seksual sangat penting. Alih-alih fokus pada tekanan atau ketakutan akan ejakulasi cepat, cobalah teknik berikut:
Kontrol ejakulasi sangat terkait erat dengan keadaan mental. Stres kronis dan kecemasan kinerja adalah pembunuh durasi. Jika kecemasan menjadi masalah utama, berkonsultasi dengan terapis seks atau konselor dapat memberikan manfaat besar. Selain itu, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan membatasi konsumsi alkohol dan kafein, karena zat ini dapat memicu kegelisahan dan mempercepat ejakulasi.
Jika setelah menerapkan berbagai teknik mandiri selama beberapa minggu hasilnya belum memuaskan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli urologi. Kadang kala, dokter mungkin menyarankan penggunaan krim anestesi topikal (untuk mengurangi sensitivitas) atau, dalam kasus yang lebih jarang, pengobatan oral untuk membantu mengelola kondisi ini. Ingatlah bahwa ini adalah masalah kesehatan yang umum dan dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat.