Representasi visual dari rimpang atau akar lengkuas.
Lengkuas, atau sering disebut laos, adalah rempah aromatik yang sangat penting dalam kuliner Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Meskipun sering disamakan dengan jahe karena bentuknya yang mirip rimpang, lengkuas memiliki rasa yang lebih tajam, sedikit pedas, dan aroma yang khas, sedikit menyerupai kamper. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang secara botani disebut sebagai batang bawah atau **akar lengkuas**.
Akar lengkuas tidak hanya berfungsi sebagai penambah cita rasa pada masakan seperti rendang, soto, atau gulai, tetapi juga telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena segudang khasiat kesehatannya. Keunikan ini membuatnya menjadi komoditas berharga, baik di dapur maupun di lemari obat tradisional.
Kehebatan akar lengkuas terletak pada kandungan senyawa bioaktifnya. Rimpang ini kaya akan minyak atsiri, termasuk galangin, beta-sitosterol, quercetin, dan flavonoid lainnya. Komponen-komponen inilah yang bertanggung jawab atas sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba yang dimiliki lengkuas.
Secara nutrisi, lengkuas menyediakan serat pangan, vitamin A, vitamin C, serta beberapa mineral penting seperti zat besi dan kalium, menjadikannya suplemen alami yang mudah diakses.
Penggunaan akar lengkuas dalam jamu dan pengobatan tradisional sudah berlangsung turun-temurun. Penelitian modern mulai mengungkap dasar ilmiah di balik klaim-klaim tradisional tersebut:
Salah satu manfaat paling signifikan dari lengkuas adalah kemampuannya meredakan peradangan. Senyawa galangin dalam akar lengkuas bekerja mirip dengan beberapa obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), namun dengan efek samping yang umumnya lebih ringan. Ini sangat bermanfaat untuk meredakan nyeri sendi dan kondisi peradangan kronis lainnya.
Akar lengkuas dapat membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Ia memiliki sifat karminatif, yang berarti dapat membantu mengeluarkan gas dari usus, sehingga mengurangi kembung dan perut kembung. Selain itu, lengkuas juga digunakan untuk meredakan mual dan muntah.
Sebagai sumber antioksidan yang kuat, lengkuas membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penuaan dini serta penyakit kronis. Konsumsi rutin membantu menjaga integritas seluler.
Secara tradisional, air rebusan akar lengkuas sering dikonsumsi saat mengalami batuk atau masalah pernapasan lainnya. Sifatnya yang hangat dan sedikit pedas membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran napas.
Kandungan vitamin C dan senyawa bioaktif lainnya berperan dalam meningkatkan respons sistem imun tubuh. Ini menjadikan lengkuas sebagai rempah pendukung yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama saat musim pancaroba.
Penggunaan akar lengkuas sangat fleksibel, tergantung tujuan penggunaannyaāapakah untuk masakan atau pengobatan.
Untuk masakan, akar lengkuas biasanya dicuci bersih dan digeprek (memarkan) agar aromanya keluar maksimal, atau diiris tipis. Lengkuas adalah komponen wajib dalam banyak bumbu dasar Asia, memberikan kedalaman rasa yang tidak bisa digantikan oleh rempah lain.
Untuk manfaat kesehatan, ada beberapa metode umum:
Saat memilih akar lengkuas di pasar, carilah rimpang yang terasa padat, kulitnya mulus, dan tidak memiliki bercak hitam atau bagian yang lembek. Warna kulitnya cenderung cokelat muda hingga kemerahan. Lengkuas segar harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Jika ingin disimpan lebih lama, bungkus dengan kertas tisu, masukkan ke dalam kantong plastik, dan simpan di lemari es bagian sayuran.
Secara keseluruhan, akar lengkuas adalah harta karun alami yang menawarkan kombinasi sempurna antara rasa yang kaya dan manfaat terapeutik yang beragam. Mulai dari menghidupkan rasa masakan hingga membantu menjaga kebugaran tubuh, laos membuktikan dirinya sebagai rempah yang tak tergantikan dalam budaya kuliner dan pengobatan Nusantara.