Ilustrasi: Cahaya dan petunjuk kehidupan
Sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai akhlak rasulullah, merupakan fondasi utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Kehidupan beliau adalah representasi sempurna dari ajaran Al-Qur'an, menjadikannya uswah hasanah atau teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Mempelajari dan meneladani akhlak rasulullah rumaysho (sebagaimana sering dibahas dalam literatur Islam) bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan sebuah keharusan spiritual.
Kejujuran dan Amanah
Salah satu pilar utama akhlak Rasulullah SAW adalah kejujuran (shiddiq) dan dapat dipercaya (amanah). Sebelum diangkat menjadi rasul, beliau telah dikenal luas dengan julukan "Al-Amin," yang berarti orang yang terpercaya. Kejujuran ini tidak hanya tampak dalam urusan agama, tetapi juga dalam setiap interaksi sosial dan bisnisnya. Beliau tidak pernah berdusta, bahkan dalam kondisi tekanan atau keuntungan pribadi. Integritas ini membangun kepercayaan yang kokoh di tengah masyarakatnya, baik sebelum maupun sesudah Islam datang.
Rahmatan Lil 'Alamin: Kasih Sayang Universal
Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil 'alamin). Sifat kasih sayang beliau melampaui batas suku, agama, dan status sosial. Beliau sangat penyayang terhadap keluarga, sahabat, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Kisah-kisah tentang beliau yang menggendong cucunya, bermain dengan anak-anak, dan menenangkan hati orang yang sedih menunjukkan kedalaman empati dan kelembutan hati beliau. Akhlak rasulullah dalam hal kasih sayang mengajarkan kita untuk bersikap lembut dan peduli terhadap sesama makhluk.
Kesabaran dan Keteguhan dalam Ujian
Perjalanan dakwah Rasulullah SAW penuh dengan tantangan, penolakan, penganiayaan, hingga ancaman pembunuhan. Namun, beliau senantiasa menunjukkan kesabaran (sabr) yang luar biasa. Dalam menghadapi cemoohan dan kekejaman, beliau tidak pernah membalas dengan kemarahan atau kekerasan yang tidak proporsional. Sebaliknya, beliau memilih untuk berdoa dan bersabar, yakin bahwa pertolongan Allah pasti akan datang. Keteguhan hati ini menjadi pelajaran penting bahwa kebenaran memerlukan kesabaran yang mendalam untuk ditegakkan.
Kerendahan Hati (Tawadhu')
Meskipun memiliki kedudukan tertinggi sebagai utusan Allah, Rasulullah SAW hidup dalam kesederhanaan dan menunjukkan kerendahan hati yang hakiki. Beliau sering membantu pekerjaan rumah tangga, makan bersama para sahabatnya tanpa membedakan status, dan tidak pernah bersikap arogan. Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati sehingga tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri atas yang lain." Kerendahan hati ini adalah kunci untuk menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia.
Perhatian Terhadap Lingkungan dan Hewan
Akhlak beliau juga tercermin dalam cara beliau memperlakukan alam dan hewan. Islam mengajarkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan berbuat baik kepada hewan adalah bagian dari iman. Beliau melarang menyiksa hewan, memerintahkan untuk memberi minum hewan yang kehausan, dan bahkan menegur sahabat yang memotong rambut hewan tanpa alasan yang jelas. Pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan welas asih terhadap makhluk hidup adalah cerminan dari akhlak rasulullah rumaysho yang menyeluruh.
Secara keseluruhan, meneladani akhlak rasulullah adalah proses seumur hidup. Dari kejujuran, kasih sayang, kesabaran, hingga kerendahan hati, setiap aspek kehidupan beliau menawarkan petunjuk praktis bagaimana menjadi manusia yang paripurna. Menghayati akhlak beliau berarti membawa cahaya petunjuk tersebut ke dalam setiap langkah kehidupan kita sehari-hari.