Ilustrasi Jabat Tangan Simbolis
Hubungan antar sesama Muslim adalah fondasi penting dalam ajaran Islam. Prinsip dasar dalam Islam menekankan pentingnya persaudaraan (ukhuwah) yang kokoh, saling mengasihi, dan menjaga kehormatan satu sama lain. Memperbaiki dan menjaga akhlak terhadap sesama Muslim bukan sekadar anjuran sosial, melainkan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Ukhuwah Islamiyah sering diibaratkan seperti satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, maka anggota tubuh lainnya akan ikut merasakan dampaknya. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Oleh karena itu, kewajiban moral dan spiritual kita adalah memastikan bahwa hubungan persaudaraan ini terjalin dengan harmoni dan keikhlasan.
Landasan utama dalam berinteraksi dengan sesama Muslim mencakup beberapa pilar utama, di antaranya adalah kasih sayang, rasa hormat, dan kejujuran. Tanpa pilar-pilar ini, ikatan ukhuwah akan mudah terkikis oleh kesalahpahaman, iri hati, dan persaingan yang tidak sehat.
Bagaimana kita bisa mewujudkan akhlak terhadap sesama Muslim dalam praktik nyata? Ada beberapa poin kunci yang perlu kita perhatikan:
Lisan adalah gerbang utama dari banyak masalah sosial dalam komunitas. Islam sangat keras melarang keras ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Menggunjing sama buruknya dengan memakan daging saudara sendiri yang sudah meninggal. Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai saudara kita yang tidak hadir, kita harus menahan diri atau, jika memang perlu, menyampaikannya dengan niat nasihat yang tulus dan pribadi.
Ketika seorang Muslim mengalami kesulitan, baik kesulitan materi maupun kesulitan dalam urusan duniawi lainnya, kewajiban kita adalah membantunya semampu kita. Menghilangkan kesusahan seorang Muslim adalah jalan penghapus dosa. Ini mencakup membantu tetangga, memberikan pinjaman tanpa riba (jika memungkinkan), atau sekadar memberikan dukungan moril saat mereka berduka.
Setiap Muslim memiliki hak atas kehormatan, harta, dan privasinya. Kita wajib menghormati hak-hak ini. Jangan pernah memasuki rumah seorang Muslim tanpa izin, jangan membuka rahasia yang dipercayakan kepadanya, dan jangan mengganggu urusan pribadinya kecuali dalam kapasitas sebagai penasihat yang diminta.
Salah satu cara termudah untuk menumbuhkan cinta dan akhlak terhadap sesama Muslim adalah dengan mempraktikkan sunnah Rasul, yaitu menyebarkan salam. Salam adalah doa agar keselamatan dan kedamaian menyertai saudaramu. Selain itu, menjaga silaturahmi—berkunjung, bertanya kabar—adalah perekat sosial yang sangat penting dalam Islam.
Dalam komunitas Muslim, perbedaan pandangan, terutama dalam ranah fiqih atau ijtihad, adalah hal yang pasti terjadi. Akhlak mulia dituntut di sini. Ketika berhadapan dengan perbedaan, kita harus bersikap tawadhu (rendah hati). Jangan merasa bahwa hanya pandangan kita yang paling benar. Sikap menghargai perbedaan pendapat tanpa saling mencaci maki adalah indikator kedewasaan iman dan pemahaman kita terhadap ukhuwah.
Inti dari semua interaksi ini adalah niat. Jika setiap tindakan kita terhadap sesama Muslim dilandasi oleh niat tulus untuk mencari ridha Allah dan semata-mata karena ikatan iman, maka hubungan tersebut akan menjadi sumber keberkahan, bukan beban.
Tidak ada hubungan yang steril dari konflik. Ketika terjadi perselisihan, akhlak terhadap sesama Muslim menuntut kita untuk segera mencari jalan ishlah (perdamaian). Islam melarang permusuhan berkepanjangan lebih dari tiga hari. Salah satu pihak harus berinisiatif untuk memulai pembicaraan dengan hati yang lapang. Memaafkan kesalahan kecil adalah kunci agar ukhuwah tidak rusak hanya karena hal sepele. Ingatlah bahwa kita semua adalah hamba yang tidak luput dari kesalahan.
Membangun karakter yang baik dalam bermuamalah dengan saudara seiman adalah investasi besar. Keindahan Islam sering kali tercermin bukan hanya dari ritual ibadah ritualnya, tetapi juga dari kualitas interaksi antarumatnya di tengah masyarakat. Dengan menjaga akhlak ini, kita tidak hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga meneguhkan citra persaudaraan Muslim di mata dunia.