Dalam ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia, Science and Technology Index (SINTA) memainkan peran krusial sebagai alat ukur kinerja perguruan tinggi, jurnal, dan peneliti. Salah satu tingkatan yang sering menjadi sorotan adalah **Akreditasi SINTA 4**. Tingkatan ini menunjukkan bahwa sebuah jurnal atau institusi telah memenuhi standar minimal tertentu, namun masih memiliki ruang signifikan untuk peningkatan kualitas agar dapat bersaing di level yang lebih tinggi (SINTA 1 hingga 3).
Apa Arti Akreditasi SINTA 4?
Akreditasi SINTA 4 diberikan kepada jurnal ilmiah yang telah melalui proses evaluasi mendalam oleh Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (saat ini Ristekdikti/BRIN). Jurnal yang berada di level 4 berarti mereka telah berhasil memenuhi kriteria dasar mengenai tata kelola, kualitas dewan editor, konsistensi penerbitan, dan tingkat sitasi yang memadai. Namun, ini adalah titik awal, bukan tujuan akhir.
Bagi peneliti, mempublikasikan karya di jurnal SINTA 4 masih sangat dihargai. Artikel yang terindeks di jurnal SINTA (termasuk level 4) akan diakui bobotnya dalam penilaian angka kredit (DUPAK) dosen. Hal ini menjadikan SINTA 4 sebagai target realistis bagi peneliti pemula atau jurnal yang baru berjuang untuk meningkatkan reputasinya.
Kriteria Utama untuk Mencapai SINTA 4
Mencapai status SINTA 4 memerlukan pemenuhan beberapa metrik penting. Meskipun kriteria teknis selalu mengalami pembaruan, beberapa pilar utama yang selalu dievaluasi meliputi:
- Pengelolaan Jurnal: Harus memiliki sistem pengelolaan daring yang terstruktur (umumnya menggunakan OJS/Open Journal Systems), dengan proses *peer review* yang jelas dan etis.
- Sitasi: Jurnal harus menunjukkan tren sitasi yang positif dari berbagai sumber terindeks, termasuk sitasi dari jurnal SINTA peringkat atas atau jurnal internasional bereputasi.
- Kualitas Penulis: Adanya kontribusi dari penulis afiliasi luar negeri atau institusi yang memiliki reputasi baik dapat meningkatkan skor.
- Ketepatan Waktu Terbit: Konsistensi jadwal terbit (misalnya, dua kali atau empat kali setahun) adalah wajib. Penerbitan yang sering terlambat akan sangat menurunkan skor.
Strategi Peningkatan dari SINTA 4 ke SINTA 3
Transisi dari SINTA 4 ke SINTA 3 sering dianggap sebagai lompatan kualitatif yang signifikan. Jurnal SINTA 3 sudah mulai mendekati standar internasional dan memiliki dampak sitasi yang lebih kuat. Untuk mencapai level ini, fokus harus diarahkan pada peningkatan kualitas substantif artikel.
Pertama, tingkatkan kualitas *peer review*. Pastikan reviewer adalah pakar di bidangnya dan memberikan ulasan yang konstruktif dan mendalam. Review yang dangkal akan menghasilkan artikel yang lemah. Kedua, dorong penulis untuk menyertakan rujukan ke literatur primer terbaru dan jurnal bereputasi. Jurnal SINTA 3 mulai menuntut rasio sitasi yang lebih tinggi. Ketiga, pastikan kepatuhan terhadap standar etika publikasi yang ketat, termasuk pencegahan plagiarisme melalui perangkat lunak pendeteksi kemiripan.
Bagi peneliti individu, jika Anda adalah editor atau pengelola jurnal SINTA 4, investasi pada pelatihan editor dan penguatan tim editorial sangat penting. Keterlibatan dalam jaringan jurnal internasional juga dapat membantu memperkenalkan jurnal Anda kepada audiens yang lebih luas, yang secara otomatis akan mendongkrak metrik sitasi dan visibilitas. Akreditasi SINTA 4 adalah bukti bahwa fondasi telah terbangun; kini saatnya membangun struktur yang lebih kokoh di atasnya.