Ilustrasi Kekuatan Penciptaan di Tengah Kerasnya Kehidupan
Dalam lembaran Al-Qur'an yang mulia, setiap ayat memiliki bobot, hikmah, dan janji tersendiri bagi mereka yang merenungkannya. Salah satu ayat yang sering menjadi sumber ketenangan dan pengingat akan kekuasaan Ilahi adalah Surah Al-Hijr ayat ke-9. Ayat ini singkat namun mengandung janji agung yang melampaui pemahaman manusiawi.
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan Kami-lah yang benar-benar memeliharanya."
Ayat ini adalah deklarasi tegas dari Allah SWT mengenai Al-Qur'an. Kata kuncinya adalah 'Inna' (Sesungguhnya Kami) yang menegaskan otoritas, dan 'lahu lahafizhun' (Kami benar-benar memeliharanya) yang menjamin kemurniannya.
Mengapa janji pemeliharaan ini begitu penting bagi umat Islam? Dunia telah menyaksikan berbagai kitab suci atau teks kuno yang mengalami perubahan signifikan seiring berjalannya waktu, baik karena kesalahan penyalinan, penafsiran yang menyimpang, atau upaya sengaja untuk memodifikasinya. Namun, Al-Qur'an berdiri sebagai pengecualian yang luar biasa.
Allah menjanjikan bahwa Al-Qur'an akan dijaga dari segala bentuk perubahan, penambahan, maupun pengurangan. Ini bukan sekadar klaim teologis, tetapi sebuah fakta sejarah yang terbukti selama lebih dari empat belas abad. Setiap mushaf di seluruh dunia, dari Maroko hingga Indonesia, memiliki teks yang identik. Keotentikan ini memberikan jaminan bahwa ajaran yang kita pegang hari ini adalah sama persis dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bagi seorang mukmin, kesadaran akan pemeliharaan ini membawa dampak spiritual mendalam:
Pemeliharaan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada penjagaan teks Arabnya. Ulama tafsir menjelaskan bahwa pemeliharaan ini juga mencakup penjagaan makna, penjagaan hafalan (jutaan penghafal tersebar), dan penjagaan kemampuannya untuk relevan di setiap zaman.
Ayat 9 dari Surah Al-Hijr seharusnya mendorong kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Jika Allah bersusah payah menjaganya dari penyimpangan, maka sudah selayaknya kita berusaha keras untuk membacanya, memahami isinya, dan mengamalkan kandungannya.
Penurunan Al-Qur'an adalah anugerah yang diiringi tanggung jawab. Tugas kita sebagai umat adalah menjadi "agen" pemeliharaan ini dalam ranah praktik. Dengan mengimplementasikan ajaran-Nya, kita turut serta dalam proses menjaga agar cahaya petunjuk ini terus bersinar terang di tengah kegelapan berbagai ideologi.
Memahami Al-Hijr ayat 9 adalah memahami bahwa kita tidak sedang mengikuti sebuah legenda usang, melainkan sebuah panduan hidup yang dijamin keasliannya oleh Sang Pencipta Semesta. Inilah pilar utama keimanan kita.