Tafsir Singkat: Al-Hijr (1-10)

Visualisasi Tanda-tanda Kebesaran Allah Tanda Kebesaran

Pembukaan Surat Al-Hijr

Surat Al-Hijr, yang berarti "Bukit Batu," terdiri dari 99 ayat dan tergolong surat Makkiyah. Sepuluh ayat pertama surat ini dibuka dengan penegasan tegas mengenai kebenaran Al-Qur'an dan statusnya sebagai wahyu dari Allah SWT. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai fondasi, meyakinkan pembaca bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW bukanlah karangan, melainkan Firman Ilahi yang penuh hikmah.

الٓمٓ ۝ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ وَقُرْءَانٍ مُّبِينٍ

(1) Alif, Laam, Ra. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) dan Kitab yang jelas (penjelas).

Pembukaan dengan huruf-huruf terpotong (Alif, Lam, Ra) adalah ciri khas beberapa surat Al-Qur'an, yang maknanya hanya diketahui secara hakiki oleh Allah SWT. Ayat ini langsung menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah kumpulan ayat-ayat suci yang memberikan petunjuk nyata.

رُبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ كَانُوا۟ مُسْلِمِينَ

(2) Orang-orang yang kafir itu kadang-kadang akan berharap seandainya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang yang berserah diri (muslim).

Ayat kedua menyajikan sebuah ironi masa depan. Para penentang kebenaran akan sampai pada titik penyesalan yang mendalam di Hari Kiamat, ketika keinginan untuk memeluk Islam tidak lagi berguna. Ini adalah peringatan keras bagi mereka yang menolak petunjuk saat ini.

Peringatan dan Keagungan Penciptaan

Memasuki ayat selanjutnya, fokus berpindah pada bagaimana umat manusia seringkali lengah terhadap nikmat dan peringatan yang diberikan.

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ۝ وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُومٌ ۝ مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

(3) Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui. (4) Dan Kami tidak membinasakan sesuatu pun kecuali telah ditetapkan waktu tertentu baginya. (5) Tidak ada satu umat pun dapat mendahului ajal mereka, dan tidak pula dapat menundanya.

Allah memerintahkan untuk membiarkan orang-orang kafir tenggelam dalam kesenangan duniawi mereka. Namun, kenikmatan itu hanyalah sementara. Setiap kehancuran atau azab umat terdahulu memiliki batas waktu yang pasti (kitab ma'lum). Ini menegaskan bahwa ketetapan Allah bersifat mutlak dan tidak dapat dimajukan atau dimundurkan.

وَقَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ ۝ لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ۝ مَا نُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَمَا كَانُوٓا۟ إِذًا مُّنظَرِينَ

(6) Dan mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al-Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar seorang yang gila. (7) Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami (untuk membenarkanmu) jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" (8) Kami tidak menurunkan malaikat kecuali dengan kebenaran; dan jika demikian, mereka ketika itu tidak akan diberi tangguh.

Ayat 6-8 menunjukkan bentuk pengingkaran yang ekstrem: menuduh Nabi Muhammad SAW gila dan menantang untuk mendatangkan malaikat sebagai bukti. Allah menjelaskan bahwa malaikat hanya turun membawa wahyu yang hakiki dan jika malaikat datang tanpa tujuan wahyu (hanya untuk menyenangkan manusia), maka penundaan azab tidak akan terjadi, yang berarti kehancuran akan langsung menimpa mereka.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ ۝ لَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى شِيَعِ ٱلْأَوَّلِينَ

(9) Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya. (10) Dan sungguh telah Kami utus (rasul-rasul) sebelum kamu pada golongan-golongan yang terdahulu.

Ayat 9 adalah janji agung Allah yang paling terkenal terkait Al-Qur'an: pemeliharaan total. Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang mungkin mengalami perubahan, Al-Qur'an dijamin keasliannya hingga akhir zaman. Ayat 10 kemudian menenangkan Nabi, menegaskan bahwa dakwah dan penolakan yang beliau hadapi bukanlah hal baru; para rasul terdahulu juga mengalami hal serupa.

Refleksi Makna

Sepuluh ayat pertama Al-Hijr ini secara komprehensif menyajikan tema penguatan tauhid, peringatan keras kepada pengingkar, dan jaminan pemeliharaan wahyu. Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia adalah ujian singkat, sementara janji Allah SWT dalam Al-Qur'an adalah kebenaran yang kekal dan dijaga sepenuhnya oleh Sang Pencipta.

Memahami ayat-ayat ini membantu seorang Muslim untuk lebih teguh memegang teguh Al-Qur'an, tidak terpengaruh oleh godaan duniawi yang melalaikan, serta memiliki keyakinan penuh bahwa setiap ajaran di dalamnya adalah murni dan terjamin keotentikannya.

🏠 Homepage