Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua dalam Islam
Setiap Muslim wajib memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran penting yang termaktub dalam Al-Qur'an. Salah satu pilar utama dalam etika sosial Islam adalah penghormatan dan berbakti kepada kedua orang tua. Prinsip ini ditekankan dengan sangat kuat, bahkan ditempatkan segera setelah perintah untuk mentauhidkan Allah SWT.
Inti dari ajaran ini terangkum jelas dalam firman Allah dalam Surah Al Isra 17 23. Ayat ini memberikan batasan etika yang fundamental mengenai bagaimana seharusnya seorang anak bersikap terhadap ayah dan ibunya, sebuah panduan yang mencakup segala aspek kehidupan.
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra' (17):23:
"Dan Tuhanmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai usia tua, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Larangan dan Perintah yang Tegas
Ayat Al Isra 17 23 ini bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah ketetapan Ilahi yang memiliki implikasi hukum dan moral yang sangat besar. Ayat ini memuat dua larangan utama dan satu perintah inti yang harus dipatuhi sepanjang hayat.
1. Larangan Berkata "Ah" (Uf)
Kata "ah" (atau "uf" dalam beberapa terjemahan) adalah ekspresi paling ringan dari kejengkelan atau ketidaksenangan. Islam mengajarkan bahwa jika rasa kesal sekecil apa pun tidak boleh diungkapkan kepada orang tua, apalagi tindakan yang lebih kasar. Ini menunjukkan betapa sensitifnya hubungan orang tua-anak dalam pandangan syariat. Rasa hormat harus dipertahankan bahkan ketika orang tua berada dalam fase kehidupan yang mungkin memerlukan kesabaran ekstra, seperti masa tua.
2. Larangan Membentak
Membentak adalah bentuk kekasaran verbal yang jelas. Dalam konteks ketika orang tua memasuki usia renta, daya ingat atau pendengaran mereka mungkin menurun. Respons yang diharapkan dari anak bukanlah kemarahan, melainkan kesabaran yang mendalam dan penuh kasih sayang.
3. Perintah Mengucapkan Perkataan yang Mulia (Qawlan Karima)
Ini adalah perintah positif. Setelah larangan-larangan tersebut, Allah memerintahkan komunikasi yang 'mulia' atau 'terhormat'. Ini berarti penggunaan bahasa yang santun, penuh penghargaan, nada suara yang lembut, dan pemilihan kata yang menyenangkan hati mereka. Perkataan mulia ini mencakup doa, pujian, dan nasihat yang disampaikan dengan cara terbaik.
Konteks Usia Tua: Ujian Kesabaran Tertinggi
Fokus ayat pada kondisi orang tua yang "sampai usia tua" (yaitu ketika mereka mungkin menjadi lebih bergantung, rewel, atau sulit diatur) menyoroti ujian kesabaran yang sesungguhnya bagi seorang anak. Masa tua adalah masa ketika orang tua telah memberikan segalanya, dan kini giliran anak membalas jasa tersebut. Ayat Al Isra 17 23 menegaskan bahwa pengabdian ini tidak mengenal batas waktu; ia berlanjut hingga akhir hayat mereka.
Bahkan dalam situasi di mana orang tua mungkin tidak seimbang secara pemikiran (yang sering terjadi pada usia sangat lanjut), seorang anak tetap diperintahkan untuk menjaga batas-batas kesopanan dan penghormatan mutlak.
Implikasi Spiritual dan Sosial
Kepatuhan terhadap perintah dalam Surah Al-Isra' ayat 23 ini memiliki dampak spiritual yang besar. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, berbuat baik kepada orang tua diletakkan setelah perintah tauhid. Ini mengisyaratkan bahwa menjaga hubungan baik dengan pencipta harus diikuti dengan menjaga hubungan baik dengan makhluk ciptaan-Nya yang paling berjasa, yaitu orang tua. Kegagalan dalam berbakti seringkali dianggap sebagai dosa besar yang menghalangi keberkahan hidup.
Secara sosial, ketaatan pada ayat ini membentuk fondasi masyarakat yang kuat. Keluarga yang harmonis, di mana anak-anak menghormati orang tua, menciptakan lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang. Perilaku baik ini kemudian akan diteladani oleh generasi berikutnya, menjamin keberlangsungan nilai-nilai luhur dalam komunitas Muslim.
Oleh karena itu, memahami dan mengaplikasikan makna dari Al Isra 17 23 adalah kewajiban harian bagi setiap Muslim, sebagai bentuk syukur atas karunia terbesar setelah nikmat iman.