Menelaah Hikmah Al-Isra Ayat 21: Konsekuensi Dunia dan Akhirat

Simbol Keseimbangan Pahala dan Konsekuensi Dua timbangan; satu sisi cahaya (pahala) dan satu sisi bayangan (dosa) dalam keseimbangan. Pahala Dosa

Teks dan Terjemahan Al-Isra Ayat 21

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

(Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagimu selain Allah, kemudian kamu tidak akan mendapat pertolongan.)

Larangan Kecenderungan dan Konsekuensi Fatal

Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, mengandung banyak pelajaran penting mengenai akidah, etika, dan peringatan ilahiah. Salah satu ayat yang memiliki bobot peringatan sangat besar adalah ayat ke-21. Ayat ini secara tegas melarang umat Islam untuk "cenderung" atau "condong" (رَكَنُوا - rakunu) kepada mereka yang zalim. Kata rakana dalam konteks ini tidak hanya berarti melakukan kezaliman secara langsung, tetapi juga condong secara mental, emosional, atau dukungan moral kepada pelaku kezaliman.

Peringatan ini sangat relevan sepanjang masa. Dalam lingkup modern, kecenderungan kepada kezaliman bisa termanifestasi dalam bentuk dukungan buta terhadap kebijakan yang menindas, membenarkan perbuatan korupsi, atau bahkan sekadar diam ketika kemaksiatan dan ketidakadilan merajalela di lingkungan sekitar. Allah SWT memberikan konsekuensi yang sangat jelas atas kecenderungan ini: "yang menyebabkan kamu disentuh api neraka." Ini adalah hukuman yang bersifat langsung dan bersifat kausalitas: kecenderungan yang salah akan menarik azab yang setimpal.

Perbedaan antara Mendiamkan dan Mendukung

Seringkali terjadi kesalahpahaman mengenai batasan antara berinteraksi secara sosial dengan orang yang melakukan kezaliman (yang mungkin tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermasyarakat) dengan "cenderung" atau mendukung mereka. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini merujuk pada kondisi hati dan dukungan aktif. Jika seseorang menasihati dengan cara yang makruf, atau terpaksa berinteraksi demi maslahat yang lebih besar (seperti berdakwah atau mencari kebenaran), maka ini berbeda dengan condong. Condong berarti memihak kepada kezaliman tersebut, merelakan hati untuk menyukai tindakan mereka, atau bahkan membantu merealisasikan kezaliman itu.

Kondisi hati adalah filter utama dalam ayat ini. Jika hati kita mulai merasa nyaman dengan praktik buruk orang lain, atau jika kita mulai melihat ketidakadilan sebagai hal yang biasa, maka kita sudah berada dalam bahaya disentuh api neraka. Islam mengajarkan prinsip al-amr bi al-ma'ruf wa an-nahy 'anil-munkar (menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran). Diam atau condong kepada kezaliman berarti mengabaikan tugas fundamental ini.

Ketergantungan Mutlak kepada Allah

Ayat Al-Isra 21 menutup peringatannya dengan penegasan tauhid yang mendasar: "dan sekali-kali tidak ada pelindung bagimu selain Allah, kemudian kamu tidak akan mendapat pertolongan." Ini adalah penekanan bahwa satu-satunya sumber perlindungan dan pertolongan adalah Allah SWT.

Ketika seseorang memilih berpihak pada kezaliman, secara otomatis ia memutuskan tali ketergantungannya kepada sumber pertolongan yang sesungguhnya. Dukungan dari para zalim atau penguasa yang zalim di dunia hanyalah ilusi sesaat. Mereka tidak memiliki kuasa untuk melindungi kita dari azab Allah di akhirat. Bahkan, mereka sendiri akan sibuk menyelamatkan diri mereka. Inilah mengapa pertolongan duniawi yang didapatkan dari jalan yang salah akan lenyap di hadapan pertolongan ukhrawi yang hanya bersumber dari keridhaan Ilahi.

Oleh karena itu, Al-Isra ayat 21 berfungsi sebagai barometer moral yang kuat. Ia menuntut kita untuk selalu menjaga integritas hati, memilih barisan kebenaran, dan memastikan bahwa setiap tindakan dan kecenderungan kita selaras dengan tuntunan Ilahi agar kita terhindar dari bahaya azab-Nya yang paling mengerikan. Menjauhi kecenderungan zalim adalah langkah preventif pertama menuju keselamatan abadi.

🏠 Homepage