Memahami Kedudukan Al-Isra Ayat 24: Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

Simbolisasi Kerendahan Hati dan Hormat Gambar ini merepresentasikan dua figur manusia (seorang anak dan orang tua) yang saling menghormati dengan gestur merendahkan diri. Rahmat dan Kasih Sayang

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya kerana penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara aku di waktu kecil.'" (QS. Al-Isra: 24)

Fondasi Etika dalam Islam

Ayat ke-24 dari Surah Al-Isra (Bani Israil) merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam mengenai hubungan sosial, khususnya etika terhadap orang tua. Ayat ini hadir setelah perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua secara umum (Ayat 23). Jika ayat sebelumnya menekankan larangan menyekutukan Allah dan perintah berbuat baik, Al-Isra ayat 24 secara spesifik mendiktekan bagaimana bentuk penghormatan tersebut harus diekspresikan dalam ranah sikap dan ucapan.

Inti dari ayat ini terletak pada dua perintah kunci: "akhfid lahumā janāḥadh-dhulli minar-raḥmah" (rendahkanlah dirimu terhadap keduanya karena penuh kasih sayang) dan doa yang tulus: "Rabbi-rḥam-humā kamā rabbayānī ṣaghīrā" (Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara aku di waktu kecil).

Makna "Menyegarkan Sayap Kerendahan Hati"

Frasa "rendahkanlah dirimu" (اخفض لهما جناح الذل) adalah metafora yang sangat indah dan mendalam. Dalam konteks bahasa Arab, "menurunkan sayap" sering dikaitkan dengan perilaku induk burung yang melindungi dan menaungi anaknya dengan penuh kelembutan dan kerendahan hati. Ketika diterapkan pada hubungan anak dan orang tua, ini berarti seorang anak harus menunjukkan kerendahan hati (tawadhu') yang ekstrem di hadapan ayah dan ibunya, menghilangkan segala bentuk kesombongan, keangkuhan, atau sikap meremehkan, apapun status sosial atau usia anak tersebut.

Menariknya, kerendahan hati ini tidak dipaksakan, melainkan harus dibalut dengan "minar-raḥmah", yaitu rasa kasih sayang yang murni. Ini menegaskan bahwa hormat kepada orang tua bukanlah kewajiban yang dingin dan kaku, melainkan luapan cinta yang tulus atas pengorbanan yang telah mereka berikan.

Doa Balasan atas Pengorbanan Masa Kecil

Bagian kedua ayat ini adalah sebuah pengakuan atas jasa yang tak terhingga: permohonan agar Allah menyayangi mereka sebagaimana mereka telah merawat anak tersebut sejak masa kanak-kanak. Perawatan di masa kecil melibatkan upaya fisik, finansial, dan emosional yang luar biasa. Dengan memanjatkan doa ini, seorang Muslim mengakui keterbatasannya dalam membalas budi secara sempurna di dunia, sehingga menyerahkan perhitungan balasan terbaik kepada Sang Pencipta.

Penting untuk dicatat bahwa perintah ini berlaku seumur hidup, bahkan jika orang tua telah meninggal dunia. Doa ini menjadi jembatan spiritual untuk terus memberikan manfaat bagi mereka di alam akhirat.

Implikasi Praktis Al-Isra Ayat 24

Ayat suci ini memberikan pedoman konkret dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Perbedaan Perlakuan Terhadap Orang Tua yang Berbeda Keyakinan

Meskipun Al-Isra ayat 24 secara khusus menekankan kasih sayang dan kerendahan hati, perlu ditambahkan konteks dari ayat-ayat lain (seperti Al-Ankabut ayat 8 dan Luqman ayat 15) yang menegaskan bahwa ketaatan dalam hal duniawi dan akhlak mulia tetap wajib diberikan kepada orang tua, meskipun mereka menganut agama yang berbeda. Islam memisahkan antara ketaatan mutlak kepada Allah dan berbuat baik (ihsan) kepada orang tua. Oleh karena itu, berbakti kepada mereka dalam hal kebaikan dan kasih sayang adalah perintah universal yang melampaui batas keyakinan agama mereka.

Kesimpulannya, Al-Isra ayat 24 adalah cetak biru sempurna bagaimana seorang anak harus bersikap: tunduk bukan karena takut, tetapi karena cinta yang tumbuh dari pengakuan atas besarnya pengorbanan yang telah diberikan orang tua. Sikap ini merupakan salah satu amal saleh terbesar yang menjanjikan keberkahan dalam hidup dunia dan akhirat.

🏠 Homepage