Kajian Mendalam Al-Maidah Ayat 46

Ilustrasi Hukum dan Cahaya Ilahi Gambar skematis yang menampilkan dua buku terbuka (Taurat dan Injil) di bawah cahaya yang bersinar dari atas, melambangkan wahyu Allah. Wahyu Taurat Injil

Al-Maidah ayat 46 adalah salah satu landasan penting dalam syariat Islam yang menegaskan otoritas dan kebenaran kitab-kitab suci yang diturunkan Allah SWT sebelumnya, yaitu Taurat dan Injil, sekaligus menyoroti fungsi Al-Qur'an sebagai penutup dan pengoreksi.

Teks dan Terjemahan Al-Maidah Ayat 46

"Dan Kami iringkan jejak mereka dengan 'Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang turun sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Injil sedang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya (dan membenarkan kitab Taurat) dan menjadi petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa."

(QS. Al-Maidah: 46)

Penjelasan Kontekstual Ayat 46

Ayat ini secara eksplisit berbicara mengenai kenabian dan kerasulan Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus) serta kitab suci yang dibawanya, yaitu Injil. Ayat ini diturunkan untuk menegaskan tiga poin fundamental:

1. Validitas Kitab Sebelumnya

Allah SWT mengonfirmasi bahwa risalah yang dibawa Nabi Isa tidak datang tanpa landasan. Risalah tersebut merupakan kelanjutan dari risalah yang dibawa Nabi Musa, yang termaktub dalam Taurat. Dalam konteks teologi Islam, ini menunjukkan bahwa Allah menurunkan wahyu secara bertahap dan konsisten sesuai dengan kebutuhan zaman. Ayat ini tidak menolak kebenaran Taurat dan Injil pada asalnya, melainkan menegaskan bahwa Injil datang membenarkan dan menyempurnakan apa yang ada di dalam Taurat.

2. Keistimewaan Injil

Injil, yang diberikan kepada Nabi Isa, digambarkan mengandung dua elemen kunci: petunjuk (hidayah) dan cahaya (nur). Petunjuk merujuk pada perintah dan larangan syariat, sementara cahaya merujuk pada pemahaman, kejelasan akidah, dan penerangan spiritual yang dibawa oleh ajaran Nabi Isa, khususnya dalam konteks Bani Israil pada masa itu.

3. Fungsi Injil Bagi Orang Bertakwa

Penekanan diberikan pada siapa yang akan mengambil manfaat maksimal dari ajaran Injil, yaitu "orang-orang yang bertakwa". Ketakwaan menjadi filter utama dalam menerima kebenaran wahyu. Hanya mereka yang hatinya bersih dan memiliki keinginan kuat untuk taat kepada Allah yang akan benar-benar menangkap petunjuk dan cahaya yang dibawa oleh risalah tersebut.

Kedudukan Al-Qur'an: Penutup dan Pengoreksi

Meskipun Al-Maidah ayat 46 memuji Injil sebagai wahyu yang benar, pemahaman Islam mengenai ayat ini tidak berhenti di situ. Ayat-ayat berikutnya dalam surat Al-Maidah (khususnya ayat 48) menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai Muhaimin (pengawas, pembenar, sekaligus pengoreksi) atas kitab-kitab suci sebelumnya. Mengapa koreksi diperlukan? Karena seiring berjalannya waktu, dan intervensi manusia, terjadi perubahan (tahrif) pada teks asli Taurat dan Injil.

Oleh karena itu, Al-Maidah 46 berfungsi untuk:

  1. Menghormati garis kenabian yang bersambung dari Musa, Isa, hingga Muhammad.
  2. Menegaskan bahwa ajaran dasar tauhid yang dibawa Nabi Isa adalah benar dan datang dari sumber yang sama (Allah).
  3. Menjadi pembanding dan penegasan bahwa Islam (Al-Qur'an) adalah penyempurna akhir dari risalah Ilahi.

Bagi umat Islam, ayat ini memperkuat keyakinan bahwa semua nabi membawa pesan inti yang sama, yaitu keesaan Allah. Pengakuan terhadap Injil dan Taurat pada dasarnya adalah pengakuan bahwa Muhammad adalah penerus rantai kenabian yang membawa risalah paripurna yang telah diisyaratkan oleh wahyu-wahyu sebelumnya.

Implikasi Akhlakiah Ayat

Kajian terhadap Al-Maidah ayat 46 mengajarkan pentingnya sikap inklusif dan penghargaan terhadap kebenaran universal. Islam tidak menolak kebenaran yang dibawa nabi-nabi sebelumnya, melainkan mengintegrasikannya dalam kerangka ajaran final. Sikap ini menuntut seorang Muslim untuk:

Secara keseluruhan, Al-Maidah ayat 46 adalah jembatan historis dan teologis yang menghubungkan risalah Nabi Isa dengan risalah penutup Nabi Muhammad SAW, menegaskan kesinambungan misi kenabian di bawah naungan wahyu Ilahi yang otentik.

🏠 Homepage