Surah ke-17, Ayat ke-32
Ayat 32 dari Surah Al-Isra' ini merupakan salah satu pilar utama dalam hukum Islam terkait pemeliharaan kesucian nasab dan moralitas masyarakat. Ayat ini, yang seringkali dibaca bersamaan dengan ayat sebelumnya (tentang larangan membunuh anak perempuan karena kemiskinan), menegaskan sebuah prinsip fundamental: larangan tidak hanya ditujukan pada perbuatan zina itu sendiri, tetapi juga pada segala hal yang mengarah atau mendekatinya.
Kata kunci dalam ayat ini adalah "وَلَا تَقْرَبُوا" (Wala taqrabū), yang berarti "Janganlah kamu mendekati". Perintah ini jauh lebih luas daripada sekadar larangan melakukan hubungan seksual di luar nikah. Dalam konteks tafsir, mendekati zina mencakup berbagai tindakan yang dapat membangkitkan syahwat dan membuka pintu menuju perbuatan keji tersebut. Ini termasuk pandangan yang berlebihan, sentuhan yang tidak patut, pergaulan yang terlalu bebas tanpa batas syariat (khalwat), dan ucapan mesra yang tidak pantas.
Mengapa Islam melarang mendekati? Karena hati manusia lemah dan mudah terpengaruh oleh godaan visual maupun verbal. Dengan menutup semua pintu masuk (saddu al-dzarā'i'), syariat berupaya melindungi individu dari kejatuhan moral yang besar. Zina adalah dosa besar karena dampaknya yang merusak tatanan sosial, mencemari keturunan, dan menimbulkan konflik batin yang mendalam.
Allah SWT memberikan dua alasan kuat mengapa zina dilarang keras:
Di tengah arus globalisasi dan kemudahan akses informasi saat ini, godaan untuk mendekati hal-hal yang dilarang oleh ayat ini menjadi semakin kuat. Media sosial, film, dan budaya populer seringkali menampilkan hubungan yang longgar tanpa ikatan pernikahan. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap QS. Al-Isra' ayat 32 menjadi semakin krusial sebagai benteng spiritual.
Implementasi ayat ini menuntut umat Islam untuk senantiasa menjaga pandangan (menundukkan pandangan), menjaga lisan, dan memastikan bahwa interaksi antar lawan jenis selalu berada dalam koridor adab dan norma agama, baik dalam lingkup pribadi maupun publik. Ini adalah upaya preventif yang sangat bijaksana dari Allah SWT untuk menjaga kemaslahatan umat manusia.