Kekuatan Getaran Hari Kiamat: Al-Zalzalah Diturunkan di Kota

Kota yang Terguncang Al-Zalzalah

Ilustrasi: Getaran dahsyat yang menandai hari akhir.

Surah Al-Zalzalah (Kegoncangan) merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an, namun sarat dengan peringatan dahsyat mengenai hari akhir. Secara umum, para mufasir sepakat bahwa surah ini tergolong dalam kelompok surah Makkiyah, yang berarti ia diturunkan di kota **Mekkah** sebelum Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. Penetapan ini sangat penting karena konteks turunnya surah-surah Makkiyah umumnya berfokus pada penguatan akidah, keesaan Allah (tauhid), serta deskripsi gamblang mengenai Hari Kebangkitan dan Pertanggungjawaban.

Mengapa Diturunkan di Mekkah?

Mekkah pada masa awal dakwah adalah medan pertempuran ideologis yang sengit antara Islam dan tradisi paganisme. Kaum Quraisy sangat menolak konsep kebangkitan dan penghisaban amal. Mereka menertawakan gagasan bahwa batu, pohon, bahkan bumi itu sendiri akan bersaksi atas perbuatan manusia.

Oleh karena itu, Allah SWT menurunkan surah-surah yang mengingatkan akan realitas akhirat, seperti Al-Zalzalah, untuk mengguncang ketidakpedulian mereka. Deskripsi visual yang disajikan oleh surah ini—bumi mengeluarkan segala isinya dan bergetar hebat—adalah cara langsung untuk menantang keraguan mereka terhadap kuasa Allah untuk membangkitkan kembali semua makhluk.

"Idza zulzilatil ardu zilzalaha. Wa akhrajatil ardu atqalaha." (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan isi yang dikandungnya.)

Dampak Goncangan Bumi yang Tidak Terbayangkan

Ayat pembuka Al-Zalzalah menggambarkan sebuah kejadian yang melampaui gempa bumi biasa. Goncangan yang dimaksud adalah goncangan dahsyat yang menandai dimulainya kiamat kubra. Seluruh struktur permukaan bumi akan terbalik, gunung-gunung akan dihancurkan menjadi debu, dan laut akan meluap.

Lalu, bumi akan "mengeluarkan isi yang dikandungnya" (Atqalaha). Para ulama menafsirkan ini sebagai:

  1. Mayat-mayat manusia yang telah dikubur akan terlempar ke permukaan bumi.
  2. Harta karun dan bangkai terpendam yang selama ini tersembunyi akan dimuntahkan keluar.
Ini adalah momen di mana rahasia-rahasia terpendam tidak lagi bisa disembunyikan, persis seperti yang akan disaksikan oleh manusia saat mereka berdiri di hadapan Yang Maha Melihat.

Kesaksian Bumi dan Pertanggungjawaban

Aspek paling unik dari surah ini adalah penetapan bumi sebagai saksi. Ketika manusia kebingungan dan menyangkal perbuatannya, Allah memberikan mekanisme pembuktian yang tak terbantahkan.

Setiap jengkal tanah yang kita pijak, setiap langkah yang kita ambil, setiap perbuatan baik atau buruk yang dilakukan di atasnya, akan berbicara. Bumi akan menyampaikan berita (akhbaraha) tentang apa yang terjadi di permukaannya. Ini menegaskan prinsip keadilan mutlak dalam Islam: tidak ada satu pun amal, sekecil apapun, yang terlewatkan dari catatan.

Ayat terakhir, "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya," adalah puncak penekanan akidah yang dibawa Nabi Muhammad SAW di kota Mekkah. Pesan ini memberikan harapan bagi yang lemah dan ancaman keras bagi para penindas yang selama ini merasa aman dari pengawasan manusia.

Relevansi Pesan Makkiyah

Meskipun Al-Zalzalah berbicara tentang peristiwa akhir zaman, konteksnya saat diturunkan di Mekkah adalah penguatan iman bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Setiap peristiwa besar yang akan datang—termasuk gempa bumi dahsyat—adalah keniscayaan yang harus disiapkan melalui amal saleh. Surah ini, sebagai wahyu Makkiyah, bertugas menanamkan kesadaran kosmis bahwa alam semesta ini memiliki tujuan akhir yang pasti, yaitu pengadilan agung Allah SWT. Pemahaman ini harus menjadi landasan moral bagi setiap Muslim di mana pun mereka berada.

🏠 Homepage