Surat Al-Zalzalah (Goncangan) adalah salah satu surat pendek namun memiliki pesan yang sangat mendalam dan mengerikan mengenai hari kiamat. Surat ini menjelaskan secara ringkas apa yang akan terjadi ketika bumi diguncang dengan dahsyat, serta bagaimana setiap perbuatan sekecil apapun akan diperhitungkan. Fokus utama artikel ini adalah menelusuri makna mendalam dari ayat ke-7 dan ke-8, yang merupakan klimaks dari deskripsi hari penghakiman tersebut.
Al-Zalzalah terdiri dari delapan ayat, dan ayat-ayat terakhir ini sering kali menjadi pengingat kuat akan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah. Mereka membawa pesan universal tentang keadilan ilahi yang tidak akan pernah meleset.
Ayat ketujuh dari surat Al-Zalzalah berbunyi:
Kata kunci di sini adalah "mithqala zarratin". Dalam bahasa Arab, dzarrah secara harfiah berarti atom atau partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Dalam konteks Al-Qur'an, istilah ini digunakan untuk menekankan betapa kecilnya sesuatu yang dianggap remeh oleh manusia.
Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa pada hari perhitungan kelak, tidak ada perbuatan baik yang luput dari perhitungan, sekecil apa pun itu. Ini bisa berarti senyuman tulus, ucapan syukur yang terucap singkat, atau bantuan kecil yang diberikan tanpa mengharapkan balasan. Bagi seorang mukmin, ayat ini memberikan harapan besar; bahwa usaha kecil mereka di dunia tidak akan sia-sia.
Ayat ini mengajarkan prinsip bahwa tidak ada amal yang terlalu kecil untuk diperhitungkan oleh Sang Pencipta. Ini memotivasi umat Islam untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, meski dalam kondisi sulit atau ketika niat baik sulit terwujud secara nyata.
Ayat kedelapan melengkapi ayat sebelumnya dengan peringatan keras bagi mereka yang melakukan kesalahan:
Jika ayat ketujuh adalah janji dan motivasi, maka ayat kedelapan adalah ancaman dan peringatan. Sama seperti kebaikan terkecil akan dibalas dengan kebaikan, maka kejahatan terkecil pun akan dihadirkan kembali.
Ini menegaskan bahwa pengadilan Allah bersifat absolut dan adil. Tidak ada ruang untuk negosiasi atau pengampunan otomatis atas perbuatan buruk tanpa pertobatan. Rasa takut akan diperlihatkan catatan amal buruk sekecil apapun (seperti kata-kata kasar, niat buruk yang terpendam, atau pengkhianatan kecil) seharusnya mendorong setiap individu untuk menjaga lisan, hati, dan perbuatannya.
Kesamaan struktur antara ayat 7 dan 8 ("Maka barangsiapa..." dan "Dan barangsiapa...") menunjukkan keseimbangan sempurna dalam sistem perhitungan Allah. Keadilan-Nya tidak memihak, melainkan berdasarkan timbangan yang akurat.
Memahami arti Al-Zalzalah ayat 7 dan 8 memiliki implikasi mendalam bagi kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai pengingat konstan akan konsep Muraqabah (merasa diawasi oleh Allah).
Hari di mana bumi diguncang hebat dan segala rahasia dikeluarkan adalah hari di mana tidak ada yang bisa menyembunyikan apa pun. Ayat 7 dan 8 Al-Zalzalah menjadi penutup yang tegas: pertanggungjawaban adalah personal, mutlak, dan setara dengan setiap tindakan yang pernah dilakukan.