Al-Anfal

Bacaan Surat Al-Anfal Lengkap Beserta Terjemahannya

Surat Al-Anfal adalah surat ke-8 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 9 ayat. Surat ini termasuk dalam golongan surat Madaniyah, yang berarti diturunkan di Madinah. Nama "Al-Anfal" sendiri memiliki arti "harta rampasan perang", yang mencerminkan tema utama surat ini, yaitu pengaturan mengenai harta rampasan perang setelah pertempuran Badar. Namun, surat ini tidak hanya membahas aspek tersebut, melainkan juga mencakup berbagai ajaran penting lainnya terkait dengan iman, jihad, persaudaraan, dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Memahami dan merenungkan isi Surat Al-Anfal dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi umat Muslim. Surat ini mengingatkan kita tentang pentingnya persatuan, kekuatan iman dalam menghadapi ujian, serta konsekuensi dari ketidaktaatan. Berikut adalah bacaan lengkap Surat Al-Anfal dalam tulisan Arab, beserta terjemahannya untuk memudahkan pemahaman makna ayat-ayatnya.

Surat Al-Anfal Ayat 1-9

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang mukmin."
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan mereka jualah mereka bertawakal.
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(Yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Itulah orang-orang yang beriman sebenarnya. Mereka akan memperoleh derajat tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.
كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ
Sebagaimana Tuhanmu mengeluarkanmu dari rumahmu dengan membawa kebenaran, padahal sesungguhnya sebahagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.
يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ
Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa kekalahan itu tidak dapat dihindari), seolah-olah mereka diiring giring ke arah kematian sedang mereka melihatnya.
وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepada kamu bahwa salah satu dari dua golongan (yakni musuhmu atau kafilah dagangmu) itu adalah untukmu, dan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan ialah untukmu, padahal Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ketetapan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
Agar Allah menetapkan kebenaran (Al-Quran) dan menolak kepalsuan (syirik) sedikit pun, sekalipun orang-orang berdosa itu membencinya.
إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
(Ingatlah) ketika kamu lari meninggalkan musuh tanpa menoleh kepada seorang pun, dan Rasul berada di antara barisan belakangmu, lalu Allah menimpakan kesedihan demi kesedihan kepadamu agar kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan tidak (pula) terhadap apa yang menimpa kamu. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surat Al-Anfal mengajarkan kita bahwa harta rampasan perang bukanlah tujuan utama, melainkan pengelolaan yang adil dan sesuai syariat. Lebih dari itu, surat ini menekankan pentingnya kualitas keimanan yang teruji melalui ketakwaan, perbaikan hubungan sesama, ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, serta tawakal. Ayat-ayatnya juga mengingatkan tentang perjuangan para sahabat dalam menghadapi situasi sulit, di mana iman mereka diuji namun akhirnya Allah memberikan pertolongan dan menetapkan kebenaran.

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Surat Al-Anfal, diharapkan kita dapat meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat persatuan, serta senantiasa berjuang di jalan Allah dengan penuh kesabaran dan keyakinan.

🏠 Homepage