Memiliki akuarium di rumah tentu saja menyenangkan. Suasana tenang yang diciptakan oleh gerakan ikan dan gelembung udara, serta warna-warni dekorasi di dalamnya, dapat memberikan relaksasi tersendiri. Namun, bagi sebagian orang, membeli akuarium baru mungkin terasa mahal. Jangan khawatir! Anda bisa membuat akuarium sederhana yang unik dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar Anda. Proyek ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri saat melihat hasil karya Anda sendiri.
Membuat akuarium dari barang bekas adalah cara kreatif untuk mendaur ulang dan memberikan kehidupan baru pada benda yang mungkin sudah tidak terpakai. Dengan sedikit imajinasi dan keterampilan dasar, Anda bisa menciptakan habitat kecil yang indah untuk ikan-ikan peliharaan Anda.
Kunci utama dari proyek ini adalah kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas. Berikut adalah beberapa ide bahan yang bisa Anda gunakan:
Bersihkan wadah utama Anda secara menyeluruh. Gunakan air dan sabun lembut, lalu bilas hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau bahan kimia lainnya. Jika ada bagian yang retak dan perlu ditambal, gunakan lem silikon akuarium dan biarkan mengering sempurna sesuai petunjuk produk.
Cuci bersih semua material dekorasi yang akan Anda gunakan. Mulailah menata lapisan dasar akuarium. Anda bisa menggunakan pasir atau kerikil sebagai substrat. Tambahkan batu-batuan atau elemen dekoratif lainnya untuk menciptakan lanskap bawah air yang menarik. Pastikan semua elemen stabil dan tidak mudah roboh.
Tanam tanaman air yang sudah Anda siapkan. Jika menggunakan tanaman dengan akar, tanam akarnya ke dalam substrat pasir atau kerikil. Jika menggunakan tanaman apung, biarkan saja mengambang di permukaan.
Isi wadah dengan air secara perlahan. Untuk menghindari terganggunya tatanan dekorasi dan substrat, Anda bisa meletakkan piring kecil atau kantong plastik di atasnya saat menuangkan air.
Ini adalah langkah krusial namun sering dilewatkan, terutama bagi pemula. Sebelum memasukkan ikan, akuarium perlu melalui proses siklus nitrogen. Proses ini membangun koloni bakteri baik yang akan mengurai amonia dari kotoran ikan menjadi zat yang tidak terlalu berbahaya. Proses ini bisa memakan waktu 2-6 minggu. Anda bisa menambahkan sedikit makanan ikan setiap hari selama periode ini dan memantau kadar amonia dan nitrit menggunakan alat tes akuarium.
Setelah proses siklus air selesai dan kadar amonia serta nitrit berada di angka nol, Anda bisa mulai memasukkan ikan peliharaan Anda secara bertahap. Jangan langsung memasukkan terlalu banyak ikan agar keseimbangan ekosistem akuarium tidak terganggu.
Tips Tambahan:
Membuat akuarium dari barang bekas adalah cara yang menyenangkan dan mendidik untuk menghadirkan sentuhan alam ke dalam rumah Anda. Selamat mencoba!