Memelihara lobster di aquarium bisa menjadi pengalaman yang menarik dan edukatif. Hewan krustasea yang unik ini menawarkan keindahan tersendiri, meskipun perawatannya memerlukan perhatian khusus. Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah penting dalam menyiapkan dan merawat aquarium lobster agar mereka tumbuh sehat dan bahagia.
1. Memilih Jenis Lobster yang Tepat
Tidak semua jenis lobster cocok untuk dipelihara di aquarium rumahan. Beberapa spesies yang populer dan relatif mudah dirawat antara lain:
- Lobster Air Tawar Kerdil Afrika (Procambarus clarkii): Ukurannya relatif kecil, aktif, dan tersedia dalam berbagai warna menarik.
- Lobster Biru (Cherax destructor): Dikenal dengan warna birunya yang mencolok, jenis ini membutuhkan ruang yang lebih luas.
- Lobster Oranye (Cherax quadricarinatus): Memiliki warna oranye cerah dan membutuhkan kondisi air yang stabil.
Pastikan Anda meneliti karakteristik setiap jenis lobster sebelum memutuskan untuk membelinya.
2. Menyiapkan Aquarium yang Ideal
Ukuran aquarium sangat penting untuk kenyamanan lobster. Lobster membutuhkan ruang untuk bergerak dan bersembunyi. Rekomendasi umum adalah minimal 75 liter untuk satu atau dua lobster.
a. Substrat dan Dekorasi
Gunakan substrat seperti pasir halus atau kerikil halus. Hindari substrat yang tajam atau kasar yang bisa melukai lobster saat mereka berganti kulit. Dekorasi sangat krusial bagi lobster:
- Tempat Bersembunyi: Sediakan banyak tempat persembunyian seperti gua keramik, pipa PVC, atau batu-batuan yang ditata sedemikian rupa. Lobster adalah hewan nokturnal dan membutuhkan tempat aman untuk beristirahat.
- Dekorasi Alami: Akar pohon, kayu apung, atau tanaman air (pastikan tidak beracun bagi lobster) bisa menambah estetika dan fungsi tempat bersembunyi.
b. Sistem Filtrasi
Filtrasi yang baik sangat vital untuk menjaga kualitas air. Gunakan filter eksternal atau internal yang sesuai dengan ukuran aquarium Anda. Pastikan aliran air tidak terlalu kuat sehingga tidak mengganggu lobster, terutama yang berukuran kecil.
c. Pemanas dan Termometer
Sebagian besar jenis lobster air tawar membutuhkan suhu air yang stabil, biasanya berkisar antara 20-26°C. Gunakan pemanas aquarium dengan termostat untuk menjaga suhu tetap konsisten. Termometer aquarium juga penting untuk memantau suhu secara berkala.
3. Kualitas Air yang Optimal
Lobster sangat sensitif terhadap kualitas air. Jaga parameter berikut:
- pH: Idealnya antara 7.0 hingga 8.0.
- Ammonia dan Nitrit: Harus selalu nol. Lakukan siklus nitrogen (cycling) pada aquarium sebelum memasukkan lobster.
- Nitrat: Jaga di bawah 20 ppm.
- Kekerasan Air (GH dan KH): Pastikan cukup untuk proses pergantian kulit.
Lakukan penggantian air secara rutin, sekitar 20-25% setiap minggu, menggunakan air yang sudah diendapkan atau sudah diolah dengan dechlorinator.
4. Pemberian Pakan yang Seimbang
Lobster adalah omnivora. Pakan mereka harus bervariasi untuk memastikan nutrisi yang lengkap.
- Pelet Khusus Krustasea: Ini adalah pakan utama yang baik.
- Protein Hewani: Daging ikan tawar matang (tanpa bumbu), udang matang (tanpa kulit dan garam), atau cacing darah beku sesekali.
- Sayuran: Zukini rebus, bayam rebus, atau wortel rebus bisa diberikan sebagai tambahan.
Berikan pakan secukupnya, hanya apa yang bisa dihabiskan lobster dalam waktu 15-20 menit. Sisa makanan harus segera dibersihkan untuk mencegah pembusukan dan penurunan kualitas air.
5. Perilaku dan Kompatibilitas
Lobster cenderung teritorial dan bisa saling menyerang, terutama jika ruang terbatas atau kurangnya tempat persembunyian. Hindari menempatkan lebih dari satu lobster dalam satu aquarium kecuali jika Anda memiliki aquarium yang sangat besar dan banyak tempat berlindung.
Jangan pernah menempatkan lobster bersama ikan yang lebih kecil atau lambat, karena lobster kemungkinan besar akan memangsa mereka. Beberapa ikan yang lebih besar dan cepat mungkin bisa berbagi aquarium, namun tetap perlu pengawasan.
6. Perawatan Khusus: Pergantian Kulit (Molting)
Lobster akan berganti kulit secara berkala untuk tumbuh. Selama proses ini, lobster menjadi sangat rentan dan lemah. Kulit lama mereka akan robek, dan lobster akan keluar dengan kulit baru yang masih lunak.
- Pastikan kadar kalsium dalam air mencukupi. Anda bisa menambahkannya dengan suplemen kalsium khusus akuarium atau dengan menambahkan cangkang tiram yang sudah direbus dan dihancurkan.
- Hindari gangguan selama periode ini.
- Sediakan kulit lobster yang lama sebagai sumber kalsium tambahan jika tidak dimakan oleh lobster itu sendiri.
Kesimpulan
Memelihara lobster di aquarium membutuhkan komitmen dan pengetahuan yang tepat. Dengan menyiapkan lingkungan yang sesuai, menjaga kualitas air, serta memberikan pakan yang bergizi, Anda dapat menikmati kehadiran hewan laut yang menarik ini di rumah Anda. Perhatikan tanda-tanda stres atau penyakit, dan lakukan penyesuaian perawatan jika diperlukan.